Penyegelan SMP Negeri 1 Mancak, Ini Penjelasan Ahli Waris

SERANG, (KB).- Selama tiga tahun terakhir SMP Negeri 1 Mancak telah disegel sebanyak empat kali oleh ahli waris Aris Rusman bin Jainul. Penyegelan pertama 16 Desember tahun 2016, 10 Desember 2018, 10 April 2018 dan 15 Juli 2019.

Penyegelan tersebut dilakukan karena ahli waris mengaku menjadi pemilik sah tanah seluas 5.300 meter persegi tersebut. Ahli waris Aris Rusman bin Jainul mengatakan, selama ini pihaknya sudah mengirimkan surat ke dinas pendidikan sebanyak 20 kali. Surat tersebut berisi tentang klarifikasi kepemilikan tanah.

“20 surat itu mengklarifikasi SPH bernomor surat 700 itu kemana. Katanya punya SPH, ternyata enggak ada SPH, suratnya ada. Jadi bimbang Kalau dikejar SPH enggak ada AJB sudah dibatalkan,” ujarnya kepada Kabar Banten di lokasi, Senin (15/7/2019).

Aris mengatakan, penyegelan ini adalah bentuk pemberitahuan kalau lahan tersebut akan diambil olehnya.

“Suratnya jelas mau jual beli atau sewa dan ruislag atau pindah silahkan. Tinggal pilih mana, artinya ketika bidang tanah kita ditutup jangan teriak agar jelas dan SMP Negeri 1 Mancak enggak dianak tirikan, kalau SMP lain nyaman enggak ada yang nyegel, kalau anak tiri ya meratap,” tuturnya.

Baca Juga : SMP Negeri 1 Mancak disegel Lagi

Disinggung soal klaim pihak sekolah yang memiliki barang bukti kepemilikan, Aris mengatakan, selama ini, dirinya tidak pernah menggugat dinas pendidikan atau pemda. Namun yang digugat adalah pribadi Kusrin (mantan kepsek SMP Negeri 1 Mancak).

“Jadi saya enggak pernah menggugat pemkab, dan enggak pernah kalah dari pemkab. Saya laporkan Kusrin secara pribadi,” ucapnya.

Ia mengatakan, dinas jangan pernah lagi membawa-bawa putusan pengadilan soal kepemilikan tanah tersebut. Kemudian juga jangan membawa-bawa soal AJB 96. Sebab AJB tersebut sudah dibatalkan oleh pembelinya.

“Karena dia belum sanggup bayar, kalau masih penasaran bayar dengan harga sekarang Rp 700 ribu. Silahkan nanti mau dihibahkan juga. Jangan jadikan kambing hitam pak kusrin. Luas lahan ini total 6.286 meter persegi, punya saya 5.300 meter persegi,” katanya.

Saat ini kata dia, pihaknya sudah memilih tim pencari fakta yang akan membantu menyelesaikan masalah tersebut. “Melibatkan akademisi dari dekan hukum,” ucapnya. (Dindin Hasanudin)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here