Penyebaran Covid-19 Lewat Jalur Industri, Kinerja Tim Gugus Tugas Disorot

CILEGON, (KB).- Kinerja Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cilegon kini mendapat sorotan setelah munculnya kasus-kasus terkonfirmasi positif Covid-19 secara sporadis, selama beberapa hari terakhir.

Kasus-kasus tersebut muncul dari kalangan pekerja industri. Banyak pihak menilai kejadian tersebut, menandakan pengawas di zona industri sangat minim.

Anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon Ibrohim Aswadi mengatakan, kemunculan banyak kasus terkonfirmasi positif Covid-19 membuat pihaknya prihatin. Ia meminta kinerja gugus tugas semakin ditingkatkan.

“Saya minta, tim gugus tugas tidak lagi menunggu laporan dari industri. Tapi, harus turun langsung. Datangi industri, awasi para pekerja. Sebab, sekarang sudah jebol, penyebarannya lewat industri, bukan lewat penduduk lokal,” katanya saat dihubungi melalui telepon genggam, Senin (11/5/2020).

Ia menuturkan, telah mengingatkan tim gugus tugas, agar dunia industri harus dikawal secara ketat. Sebab, di industri, terdapat pekerja dari berbagai wilayah.

“Di industri itu, ada orang asing, dari luar provinsi, juga luar kota. Ketika mereka lalu-lalang dari tempat asal mereka ke tempat kerja, jelas membuat potensi penyebarannya menjadi tinggi,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia menilai, tim gugus tugas dan kalangan industri segera berkoordinasi. Khususnya untuk melaksanakan screening dan rapid test.

“Saya mendesak, agar tim gugus tugas melakukan screening dan rapid test ke industri yang telah muncul kasus terkonfirmasi,” ucapnya.

Untuk diketahui, telah muncul 7 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Cilegon. Dari 7 kasus tersebut, hanya 3 kasus di antaranya diderita warga Kota Cilegon.

Diketahui juga, muncul kasus terkonfirmasi positif di lingkungan PT Chandra Asri. Di mana 2 buruh PT IKPP, perusahaan kontraktor yang bekerja di pabrik kimia tersebut, positif corona.

Muncul juga kasus terkonfirmasi positif di lingkungan PT Krakatau Engineering (KE). Di mana salah satu calon pekerja asal Kabupaten Purwakarta, terdeteksi mengidap virus tersebut.

Informasi lain, pasien kedua terkonfirmasi positif corona, bekerja di PT Cabot Indonesia. Warga BPI, Kelurahan Panggungrawi, Kecamatan Jombang tersebut, beberapa hari sebelum melakukan isolasi mandiri, sempat aktif bekerja.

Sementara itu, Ketua Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) Rizki Putra Sandika menilai, Wali Kota Cilegon Edi Ariadi, selaku Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terkesan masih meremehkan penyebaran kasus Covid-19 di Kota Cilegon.

Terbukti dengan tidak adanya iktikad baik dari Edi, tidak melakukan isolasi mandiri usai berkunjung ke RSUD Kota Cilegon.

“Semua sudah tahu jika ratusan petugas medis di RSUD Cilegon berstatus OTG. Bahkan, salah satunya terkonfirmasi positif corona. Kemarin pak wali ke RSUD kan, tapi sekarang tidak isolasi mandiri. Bukannya itu sikap meremehkan,” tuturnya.

Ia menilai, langkah tim gugus tugas masih sebatas retorika. Tim tersebut dibilang terlalu banyak rapat, sementara langkah nyatanya tidak terlihat signifikan.

“Melihat kondisi yang semakin memburuk, saya rasa gugus tugas kebanyakan rapat dan sebatas retorika tanpa ada langkah tegas dan serius,” katanya.

Terkait hal tersebut, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Ahmad Aziz Setia Ade Putra memercayakan penanganan wabah corona kepada pihak industri. Di sisi lain, pihaknya telah menyebarkan surat imbauan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kami berkoordinasi dengan pihak industri, juga menyerahkan penanganan Covid-19 kepada mereka,” ujarnya.

Terkait Wali Kota Cilegon Edi Ariadi yang tidak melakukan isolasi mandiri, dia menilai, hal tersebut memang tidak diperlukan.

“Pak wali kan tidak bersentuhan langsung. Lagi pula, pak wali ke RSUD ketika kasi itu belum muncul,” ucapnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here