Penyaluran Beasiswa dari Baznas, Bantu Jauhkan Anak dari Putus Sekolah

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah di dampingi Ketua Baznas Kabupaten Serang Wardi Muslich saat menyalurkan zakat kepada siswa dan warga tidak mampu di indoor Kabupaten Serang, Senin (5/11/2018).*

Bupati Serang Ratu Tatu Chasnah ingin agar tidak ada warganya yang putus sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi. Oleh karena itu, pihaknya sangat mendukung penyaluran beasiswa dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serang kepada siswa dan lembaga pendidikan non formal.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, program yang dilakukan oleh Baznas Kabupaten Serang merupakan upaya untuk membantu Pemkab Serang dalam menaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). “Bantuan harus digunakan sesuai kebutuhan seperti beli peralatan sekolah dan kebutuhan lainnya,” ujarnya kepada Kabar Banten, Senin (5/11/2018).

Menurut dia, siswa di Kabupaten Serang tidak ada alasan untuk berhenti sekolah. Sebab, Pemkab Serang melalui Dinas Pendidikan (Dindik) telab memberikan bantuan pendidikan dari level SD hingga Perguruan tinggi. “Karena keterbatasan anggaran maka dibantu dari Baznas Kabupaten Serang, pendidikan non formal kita masukan ke Baznas,” katanya.

Tatu berharap, Baznas bisa meningkatkan pendapatan zakat dan infaq agar penerima manfaat bisa bertambah melalui dana bantuan tersebut. “Secara otomatis akan bertambah penerima manfaatnya jika pendapatan Baznas meningkat,” tuturnya.

Sementara, Kepala Baznas Kabupaten Serang, Wardi Muslich mengatakan, penerimaan dana zakat infak dan sodakoh (ZIS) pada tahun 2018 mencapai Rp 9,2 miliar, pendapatan tersebut meningkat jika dibandingkan tahun 2017 yang mencapai Rp 8,7 miliar. “Tahun ini ada peningkatan Rp 545 juta,” ujarnya.

Ia menuturkan, dari peneriman ZIS tersebut, Baznas Kabupaten Serang telah mendistribusikan bantuan sebesar Rp 7,5 Miliar. “Saat ini kita berikan beasiswa kepada 696 MI/MD, MTS, Aliyah dan santri dengan jumlah anggaran Rp 508 juta,” katanya.

Selain itu, Baznas juga memberikan bantuan kepada lembaga keagamaan dan air bersih dengan jumlah anggaran Rp 252 juta. “Bantuan ini terakhir pada tahun untuk siswa SD sampai SMA, tinggal bantuan yang S1 prestasi belum disalurkan,” tuturnya. (Dindin Hasanudin)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here