Penundaan Pilkada Serentak 2020, Peta Politik Bisa Berubah

Suwaib Amirudin.*

SERANG, (KB).- Penundaan tahapan Pilkada serentak 2020 berpotensi mengubah peta politik pilkada empat kabupaten/kota di Banten. Masa libur tahapan memungkinkan perubahan tingkat popularitas dan elektabilitas bakal calon (balon), bahkan bukan tidak mungkin mengubah sikap parpol terhadap balon.

“Ada dua catatan yang bisa menggeser komitmen partai terhadap (bakal) calon. Yang pertama kalau memang (bakal) calon itu dalam tahapan perjalanannya mengalami cacat, (bakal) calon itu ada pelanggaran hukum atau pelanggaran yang sifatnya tidak bisa ditolerir oleh masyarakat,” kata Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Suwaib Amirudin, saat dihubungi wartawan melalui sambungan seluler, Rabu (1/4/2020).

Kedua, menurunnya gairah balon pilkada yang akhirnya mengubah pandangan partai politik pusat terhadap balon bersangkutan.

“Inikan belum ada ikrar yah, rekomendasi dari pusat secara penuh. Kalau misalnya terjadi pergeseran dukungan dari pusat terhadap (bakal) calon maka terjadi pergeseran di tingkat daerah. Tapi sepanjang pusat tetap menganggap calon berjalan, enggak ada masalah,” katanya.

Adapun yang perlu dilakukan balon agar partai politik mempertahankan dukungannya yaitu menjaga popularitas dan elektibilitasnya.

“Elektabilitas penting tetap dipelihara. Cuma berat memang memelihara sebuah jaringan, sebuah komunitas kalau tahapan itu panjang. Sebenarnya inikan musim tancap gas, tapi pada saat mau tancap gas diminta matikan mesin,” ujarnya.

Menurut dia, terdapat tiga langkah yang bisa diambil balon untuk menunjukkan posisinya aman di hadapan para pendukung. Pertama, menjaga silaturahmi tetap berjalan.

“Walaupun sekarang ini harus jaga jarak, komunikasi kan tidak harus ketemu, bisa memanfaatkan media sosial atau media telekomunkasi,” ucapnya.

Kedua, balon tetap menunjukkan komitmennya akan tetap maju dalam pilkada. Jangan sampai penundaan tahapan pilkada menurunkan semangat balon. Hal itu bisa berdampak pada menurunnya semangat simpatisan untuk mendukung.

“Ketiga, balon menjaga hubungan dengan partai politik supaya tidak terjadi pergeseran dukungan,” tuturnya.

Meski menjadi tantangan, kata dia, penundaan pilkada sebenarnya bisa menjadi momentum untuk balon yang selama ini kurang dilirik partai politik. Mereka memiliki kesempatan untuk berunjuk gigi dan menarik simpati.

“Penundaan ini membuat ada proses yang bisa di jalan. Yang saya katakan tadi itu bahwa jangan sampai goyah dalam perjalannya. Kalau goyah maka bisa saja orang lain masuk,” katanya.

Diketahui, Komisi II DPR RI bersama Kemendagri, KPU RI, Bawaslu RI, dan DKPP sepakat menunda tahapan Pilkada serentak 2020 akibat mewabahnya virus corona (Covid-19) di Indonesia. Sejumlah opsi muncul, salah satunya penyelenggaraan Pilkada 2020 ditunda hingga 2021. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here