Penuhi Nadzar, Mashun Arif Hidayat Tinggalkan Keluarga

Anggota Banser asal Musi Rawas Provinsi Sumsel, Mashun Arif Hidayat, Sutarno, RM Suali serta Banser Cilegon foto bersama dengan aparat kepolisian resort Cilegon di Landmark,Jumat (12/7/2019).*

ANGGOTA Barisan Serbaguna (Banser) Anshor Mashun Arif Hidayat berjalan kaki dari tempat tinggalnya di Kabupaten Musirawas, Provinsi Sumatera Selatan menuju Istana Negara, Jakarta. Aksinya itu dia lakukan untuk memenuhi Nadzar yang pernah ia niatkan beberapa waktu lalu.

Pria kelahiran 23 Agustus 1971 itu bernadzar jika pemilihan umum serentak 2019 sukses atas kerjasama TNI-Polri dan Banser, dirinya akan berjalan kaki untuk menemui tiga tokoh nasional yaitu Jokowi-Kiai Maruf Amin, dan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. DR. Said Agil Siradj. Dalam melaksanakan nadzarnya itu Mahsun Arif sudah menempuh perjalanan kaki selama 12 hari sejak keberangkatannya pada 1 Juli 2019 lalu.

“Saya menganggap Jokowi – Kyai Ma’ruf sebagai tokoh nasional yang penting dalam mendamaikan bumi pertiwi,” katanya saat ditemui Kabar Banten saat beristirahat di Ponpes Bani Latif, Cibeber,” Jumat (12/7/2019).

Mas Dayat dalam perjalanan dari kampung tempat tinggalnya ditemani anggota Banser Sumsel, Sutarno. Namun tugas Sutarno membawa perbekalan pakaian dan lainnya dengan menggunakan sepeda motor. Di tengah perjalanan antara perbatasan Palembang dan Lampung, ia mendapat teman baru yang juga anggota Banser bernama R.M.Suali.

Selain Suali rekan baru yang turut bergabung ada Ari Rosadi, anggota Banser Liwa Lampung. Suali tergerak hatinya atas inisiatif pribadi, sedangkan Ari Rosadi atas titah seorang Kiai pimpinan pondok pesantren berbasis NU.

Setelah mendapat restu sang istri dan para Kiai NU, Mas Dayat membulatkan tekad untuk berangkat menuju Istana Negara. Mas Dayat berbekal uang hanya Rp 1 juta, itupun sudah habis untuk membayar mobil travel sebesar Rp 600 ribu untuk sampai menuju titik pemberangkatan di wilayah perkotaan.

Perjalanan dari rumah menuju titik pemberangkatan ditempuh sekira enam jam perjalanan. Pria yang mempunyai 4 orang anak ini berjalan kaki selama 12 hari dan telah menghabiskan dua pasang sepatu dan empat pasang sandal jepit. Ia mengaku terharu manakala dalam perjalanan mendapatkan sambutan antusias dari warga Nahdliyin dan Ansor juga Banser.

“Alhamdulillah sambutan saudara kami warga Nahdliyin disepanjang jalan yang saya lalui sangat antusias. Rasa kekeluargaan Ansor dan Banser serta sambutan luar biasa itu saya rasakan dari para pimpinan pondok pesantren Kiai NU,” tuturnya.

Pada awalnya, kata dia, Nadzar itu tidak akan dilaksanakan, manakala anaknya yang bungsu merengek meminta dirinya untuk ikut serta mendaftarkan di sekolah, karena baru masuk Sekolah Dasar (SD). Alasan anaknya adalah, selain jarak sekolahnya jauh, ia ingin ditemani ayahnya. Namun karena saya sudah bernadzar dan ingin melaksanakan, maka saya memberi pemahaman kepada anak saya dan dibantu istri, akhirnya nadzar saya penuhi.

Untuk diketahui saat tiba di Pelabuhan Merak, Mas Dayat dan rombongan disambut oleh Ketua PW GP Ansor Banten, Ahmad Nuri, Ketua PC GP Ansor Cilegon Soleh Syafe’i beserta puluhan anggota Ansor dan Banser Kota Cilegon.

Ketua PW GP Ansor Banten, Nuri mengungkapkan rasa apresiasi kepada Mas Dayat yang sudah menepati nadzarnya juga dalam rangka merajut talisilaturahmi sesama warga Nahdliyin.

“Kami ucapkan rasa apresiasi atas pelaksanaan nadzar oleh anggota Banser. Banser itu konsisten dengan ucapan dan janji atau nadzar. Jika sudah terucap dalam nadzar untuk berjalanan kaki ya benar dilaksanakan. Meski jarak ratusan kilometer dari Palembang ke Jakarta ya tetap dilaksanakan. Sementara ada tokoh politik yang janji jalan kaki dari Jogja ke Jakarta sampai sekarang tidak ada buktinya,” kata Nuri.

Sementara Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Cilegon, Sholeh Syafe’i menyatakan bahwa pihaknya sudah sejak sepekan lalu menyiapkan penyambutan Dayat. Rencana setelah beristirahat, ia bersama anggota Banser akan mengawal Dayat menuju Kota Cilegon untuk bersilaturahmi dengan Ketua PCNU Cilegon, pimpinan pondok pesantren dan warga Nahdliyin di Kota Cilegon.

Saat singgah di Cilegon, Dayat dan rombongan menginap di Yayasan Sui Al-Kahfi pimpinan Ustad Fahmi serta melakukan silaturahmi ke Ponpes Bany Latif. Setelah singgah di Bany Latif, rencananya Mas Dayat akan melanjutkan perjalanan dan dikawal Banser Kabupaten Serang dan Provinsi Banten sampai perbatasan DKI Jakarta. (Himawan Sutanto)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here