Pentingnya Merencanakan Kehidupan Berkeluarga

Plt. Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN, Dwi Listyawardani saat memberikan materi tantangan ketahanan remaja di era Revolusi Industri 4.0, di Auditorium Untirta, Rabu (4/9/2019).*

GENERASI muda diajak, agar merencanakan masa depan sebaik-baiknya, terutama dalam hal pernikahan. Plt. Deputi Deputi Bidang Pengendalian Penduduk, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dwi Listyawardani berharap, generasi muda tidak melakukan pernikahan di usia terlalu dini.

Hal tersebut dikatakan dia seusai memberikan materi pada dialog kampus bertema “Membangun manusia Indonesia yang inovatif, mandiri, rensponsif, dan berdaya saing di Era Revolusi Industri 4.0”, di Auditorium Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Rabu (4/9/2019).

“Kami ingin memberikan pengertian kepada generasi muda terutama untuk menikah di usia minimal 21 tahun dan laki-laki minimal 25 tahun. Itu kunci keberhasilan generasi mudanya,” katanya kepada Kabar Banten.

Ia menjelaskan, generasi muda yang melangsungkan pernikahan di usia muda belum mampu secara materi dan dikhawatirkan dapat melahirkan anak yang kurang sehat, karena ibu yang masih muda itu masih tumbuh kembang.

“Kami memberikan konsep untuk generasi muda untuk memahami perencanaan yang matang untuk memulai kehidupan yang sejahtera. Kami berharap, kepada generasi muda untuk merencanakan masa depan dengan baik, mulai dari kuliah, mencari pekerjaan ataupun entrepreneur,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga ingin memberikan pemahaman tentang kependudukan di generasi muda dan siap untuk menghadapi era industri 4.0. “Kami berharap, generasi muda melek kependudukan, karena mereka nantinya akan mengambil kebijakan di masa mendatang, mereka harus mengerti, bahwa pengambilan kebijakaan apapun harus didasarkan pada data dan informasi kependudukan,” ucapnya. (Denis)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here