Senin, 23 Juli 2018

Penoda Agama Divonis Lima Tahun Penjara

PANDEGLANG, (KB).- Terdakwa dalam kasus perkara penodaan agama Arnoldi Bahari alias Ki Ngawur Permana divonis 5 (lima) tahun penjara. Selain dipenjara, terdakwa juga dikenakan denda Rp 100 juta dengan subsider 6 bulan kurungan penjara.

Amar tersebut dibacakan Ketua Majelis hakim, Kony Hartanto bersama dua hakim anggota lainnya, Arista Budi Cahyawan dan Lisa Fatmasari, dalam sidang perkara penodaan agama di Pengadilan Negeri Pandeglang, Senin (30/4/2018).

“Terdakwa Arnoldi terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan kelompok masyarakat tertentu berdasarkan Suku Agama Ras dan Antar Golongan (SARA) yang dilakukan secara berlanjut,” kata Kony saat membacakan amarnya.

Dengan raut wajah murung, terdakwa Arnoldi terlihat lesu saat mendengarkan putusan atas perkara yang dijalaninya. “Silakan, penasihat hukum dan terdakwa punya hak apabila putusan ini kurang puas bisa mengajukan banding selama 7 (tujuh) hari,” ucap hakim.

Sementara itu, Penasihat hukum terdakwa, Pratiwi Febri merasa tidak puas dengan putusan majelis hakim. Dia keberatan dengan amar yang disampaikan majelis hakim. Febri mengatakan, putusan majelis hakim menafikkan fakta persidangan yang sudah ditunjukkan di muka persidangan.

“Dengan seluruh keterangan saksi dan ahli yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU), semuanya berhasil kami bantah di persidangan dengan menghadirkan 6 ahli dan 2 orang saksi. Untuk itu, lanjut wanita berkacamata ini, dirinya akan berkomunikasi dengan terdakwa untuk membicarakan langkah selanjutnya.

Sementara itu di luar Gedung Pengadilan Negeri Pandeglang, sejumlah warga dan Ormas ikut mengawal persidangan. Termasuk Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono, Kepala Kejari Pandeglang Nina Kartini, Ketua MUI Pandeglang KH. Hamdi Ma’ani, dan Kabag Ops Polres Pandeglang Kompol Winarno hadir menyaksikan persidangan.

Menurut Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutriato Amstono, untuk pengamanan sidang dikerahkan 350 personel gabungan antara Satuan Sabhara, Satuan Reskrim, Satuan Intelijen, Brimob, Gegana, dan Pam Obvit. Dari ratusan personel tersebut juga dilibatkan sebanyak 10 personil Polwan. ”Pengamanan ini kita lakukan agar hakim tenang dalam memutuskan perkara. Begitu juga jaksa, terdakwa, dan pengacara tenang dalam menghadapi persidangan,” ucapnya.

Menurut Kapolres, tidak khawatir terjadinya konflik atau kisruh terkait putusan sidang hari ini. Karena masyarakat Pandeglang cinta damai. Sehingga usai persidangan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. ”Dalam mengawal jalannya persidangan, masyarakat tetap tertib, menaati aturan dan menjaga keamanan sehingga sidang berjalan aman,” ujarnya. (IF)*


Sekilas Info

Teliti Burung Endemik Jawa, Pengamat Asing Kunjungi Kawasan Tahura Carita

PANDEGLANG, (KB).- Sejumlah pengamat asing asal Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Perancis dan Jerman meneliti jenis burung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *