Pengusaha Restoran Diimbau tak Pakai Gas 3 Kg

TANGERANG, (KB).- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diminta memperketat pengawasan distribusi gas melon. Dengan melakukan pengawasan tersebut, diklaim akan mengantisipasi penyelewengan penjualan gas elpiji 3 kilogram (kg).

“Saya minta Disperindag untuk memantau titik-titik pangkalan resmi dan terus melakukan sosialisasi mengenai kebijakan pengawasan dengan target saat ini pemilik restoran dan pelaku UKM yang ada di Tangsel,” kata Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie.

Ia menuturkan, para pelaku ekonomi di Tangsel relatif mampu untuk membeli gas di atas 3 kg, yakni 5,5 kg, 12 kg, dan sebagainya, sedangkan untuk gas 3 kg diberikan pemerintah untuk segementasi masyarakat sesuai dengan kondisinya, yakni kategori miskin.

“Tapi, di Tangsel sendiri yang masuk dalam kategori itu masih di angka 1,6 persen. Karenanya, dalam penjualan atau pemakaian gas 3 kg dilarang untuk warga yang mampu,” ujarnya.

Melihat hal tersebut, ungkap bang Ben, sapaan akrabnya, Pemkot Tangsel bekerja sama dengan Hiswana Migas Kota Tangsel melakukan pengawasan yang ketat dalam pendistribusian dengan sistem monitoring di agen maupun distributor. Bahkan, pihak pemkot akan mengintervensi gas 3 kg tersebut, untuk pelaku usaha seperti gorengan.

“Mereka yang perlu kami dukung, karena mereka membuka usaha mandiri, menciptakan pekerjaan bukan mencari pekerjaan, inilah yang kami intervensi dengan gas tersebut, untuk yang sekala besar pemkot mengimbau untuk menggunakan gas yang tidak bersubsidi,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Tangsel Maya Mardiana menjelaskan, jika sudah sering menyampaikan kepada para pelaku usaha rumah makan skala besar, bahwa elpiji 3 kg tersebut, untuk masyarakat yang kurang mampu.

“Sehingga, disarankan kepada pelaku usaha makro untuk tidak lagi menggunakan tabung gas 3 kg,” tuturnya.

Untuk tahun ini saja kuota yang disediakan sebesar 17.434.667 tabung gas 3 kg yang tersebar di 27 agen elpiji dan 583 pangkalan resmi yang ada di Tangsel. “Alhamdulilah pada Iduladha, 17 Agustus, dan seterusnya stok untuk gas 3 kg aman, dikarenakan Pertamina menambah 25 persen di hari besar keagamaan,” ujarnya.

Mantan Direktur RSU Tangsel menegaskan, penambahan tersebut, diberikan pada Jumat hingga Sabtu (9-10/8/2019).

“Rata-rata penyaluran gas subsidi pada Agustus ini sebesar 56.400 tabung per hari atau 169 ton per hari, per 9-10 agustus ini persediaan ditambah 25 persen, yakni sebanyak 14.100 tabung atau 42 ton penambahannya, sehingga pasokan di hari libur untuk tabung bersubsidi di Tangsel aman,” katanya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here