Pengusaha Cilegon Jangan Jadi Tamu di Rumah Sendiri

CILEGON, (KB).- Ketua Dewan Kehormatan Badan pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC-HIPMI) Kota Cilegon Hamid mengatakan, pengusaha Kota Cilegon, jangan jadi tamu di rumah sendiri.

Apalagi pengusaha muda, harus bisa menjaga kebersamaan dan solidaritas, khususnya di tubuh organisasi. Selain itu, juga dalam berorganisasi harus ada transparan, sehingga semua berjalan beriringan dan saling menguatkan.

Para pengusaha muda harus dapat meningkatkan kualitas dan kompetensi, terutama menyambut kemajuan investasi dan dunia usaha di Kota Cilegon.

“Pengusaha harus mengikuti regulasi yang ada, lakukan yang terbaik. Sebenarnya bisnis itu sulitnya di awal saja, kalau sudah berjalan akan banyak kemudahan. Yang terpenting menjaga amanah dan kepercayaan serta dapat melakukan yang terbaik,” katanya, saat menghadiri Rapat Kerja Cabang (Rakercab) HIMPI Kota Cilegon, di salah satu hotel, Sabtu (30/11/2019).

Ia menuturkan, para pengusaha yang telah berhasil bisa menebarkan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan Kota Cilegon. Pengusaha lokal jangan jadi tamu, apalagi jadi penonton di rumah sendiri.

Menurut dia, saat ini ada fenomena di industri maupun pemerintahan, seperti ada warung di dalam warung, ada monopoli usaha, karena banyak dibentuk anak usaha, bahkan ada cucu perusahaan.

“Ini harus kami sikapi, tentunya dengan meningkatkan daya saing dan mendorong kebijakan pemerintah, agar lebih berpihak ke pengusaha lokal. Jangan merasa diri kita lemah. Pengusaha lokal harus melepaskan diri dari mental broker. Perusahaan saya CMP hingga saat ini setiap tahunnya dapat penghargaan sebagai pembayar pajak terbesar dan paling tertib di Kota Cilegon. Ini bentuk kami ikut berkontribusi membangun negara ini, khususnya di Kota Cilegon. Inilah kenapa pentingnya pengusaha lokal harus berdaya saing dengan yang lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Kota Cilegon Ahmad Suhandi menuturkan, pengurus BPC HIPMI Kota Cilegon harus bisa menyesuaikan program dengan kondisi dan perkembangannya. Hal tersebut dikatakan Ketua BPC HIPMI di sela-sela rapat.

”Rakercab ini merupakan upaya untuk menggali kemampuan organisasi dan menciptakan program-program yang dirasa perlu dan selaras dengan perkembangan zaman. Besar harapan kami kepada kepengurusan HIPMI Kota Cilegon periode 2019-2022 mampu menyesuaikan program-program dengan kondisi perkembangan yang terjadi di Kota Cilegon khususnya dan Banten, Indonesia, serta luar negeri pada umumnya,” ucapnya.

Ia mengatakan, rakercab merupakan sesuatu hal yang penting sebagai salah satu bentuk proses kaderisasi pengusaha muda yang juga merupakan tonggak awal kinerja sebuah kepengurusan dalam melangkah dan memajukan organisasi HIPMI.

“Semsua pengurus dari semua tingkatan dapat berperan aktif dan mampu merumuskan berbagai kebijakan strategis, inovatif, dan kreatif ke dalam program kerja dengan menyesuaikan kondisi terkini, sehingga dapat bersinergi dengan seluruh elemen dan membangkitkan sendi-sendi ekonomi, agar lebih meningkat,” tuturnya.

Hadir pada kegiatan tersebut, Camat Ciwandan, pengurus BPD HIPMI Banten, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here