Pengurus IKA STAISMAN Pandeglang Dikukuhkan

Pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Manshur (STAISMAN) Pandeglang Periode 2019-2024 dikukuhkan. Pengukuhan pengurus IKA STAISMAN tersebut dilakukan oleh Ketua STAISMAN Pandeglang Engkos di Gedung Serba Guna (GSG) Kampus STAISMAN Pandeglang di Kadulisung, Kecamatan Kaduhejo, Pandeglang, Ahad (24/3/2019).

Engkos mengatakan, tugas utama yang harus dijalankan Pengurus IKA STAISMAN Pandeglang, yakni mendedikasikan diri untuk menyumbangkan tenaga dan pikiran bagi pengembangan IKA dan mahasiswa STAISMAN Pandeglang. “Karenanya, peranan dari IKA STAISMAN Pandeglang dalam menjalankan organisasinya sangat dibutuhkan,” kata Engkos.

Menurut Engkos, meski sudah beraktivitas di berbagai tempat, keberadaan IKA STAISMAN tidak bisa diabaikan. “Peran IKA STAISMAN tidak hanya dibutuhkan dalam peningkatan akreditasi lembaga dan program studi saja, tetapi dapat membantu mengembangkan minat dan bakat mahasiswanya sesuai tuntutan lapangan pekerjaan,” ujarnya, seraya berharap eksistensi IKA STAISMAN dimaksimalkan, sehingga apa yang menjadi keinginan lembaga bisa terwujud.

Menanggapi hal itu, Ketua IKA STAISMAN Pandeglang Eman Sulaeman akan berusaha semaksimal mungkin. “IKA STAISMAN Pandeglang ini merupakan wadah untuk berhimpun para alumni. Sebagai langkah awal untuk menggerakkan peran alumni, kami akan secepatnya merampungkan struktur kepengurusan dan membuat program kerja,” ucap Eman.

Dikatakan Eman, sebagai kampus yang tertua di Provinsi Banten memang selama ini STAISMAN Pandeglang konsen di program studi pendidikan keagamaan, sehingga para alumninya mayoritas menjadi tenaga pendidik.

“Dengan berdirinya STKIP Syekh Manshur diharapkan dapat menjawab kebutuhan bagi masyarakat di Provinsi Banten dan daerah lain, karena program studi yang ditawarkan bersifat umum. Begitu juga dengan STAISMAN bisa lebih maksimal dalam mengembangan program studinya,” tuturnya.

Eman menambahkan, dalam acara tersebut tidak hanya melakukan pengukuhan pengurus IKA STAISMAN, juga diisi dengan seminar internasional pendidikan yang menghadirkan narasumber dari Lebanon, yaitu Thoriq Muhammad Najib Al Lahham Al Husaini. “Kehadiran narasumber pada seminar ini merupakan buah hasil kerja sama yang dilakukan panitia penyelenggara dengan Yayasan Auliya Bertama Indonesia,” katanya. (Besta/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here