Minggu, 21 Oktober 2018
Petugas Satpol PP saat menyaksikan isi Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama di sela revitalisasi Banten Lama, Kamis (19/7/2018).*

Pengunjung Museum Situs Kepurbakalaan Turun Drastis

LENGANG. Begitulah suasana yang tergambar di Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama (MSKBL) di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Kamis (19/7/2018). Ya, situs yang menyuguhkan beberapa benda peninggalan sejarah Kesultanan Banten pada 2018 ini memang mengalami penurunan jumlah pengunjung cukup drastis. Museum yang didirikan pada 1985 tersebut, berada di Kawasan Cagar Budaya Banten Lama di sekitar Masjid Agung Banten. Penurunan jumlah pengunjung disinyalir akibat perbedaan jadwal.

Kepala Unit MSKBL, Fajar Satria Purnama mengatakan, pihaknya saat ini menutup kunjungan museum pada Sabtu dan Ahad. Hal tersebut, diyakini sebagai penyebab turunnya jumlah pengunjung dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Kalau tahun ini mengalami penurunan, karena kami sedang menyesuaikan jadwal. Pada 2017 kemarin hari Sabtu-Ahad kami buka. Kalau sekarang mengikuti jam kerja kantor, jadi Sabtu-Ahad tutup,” katanya saat ditemui di kantornya.

Ia mengungkapkan, jumlah kunjungan museum per hari hanya sekitar 500 pengunjung. Padahal, pada tahun sebelumnya kunjungan bisa mencapai 600-700 orang setiap harinya. “Apalagi sehabis bulan ramadan pengunjung untuk umum menurun. Liburan anak sekolah pun tidak terlalu banyak,” ujarnya.

Sementara, peziarah juga datang ke Banten Lama hanya dengan satu tujuan, yaitu berziarah. Menurut dia, hanya sebagian kecil peziarah yang mampir mengunjungi museum tersebut. “Pengunjung yang paling banyak biasanya dari sekolah. Kalau dari luar ada dari Lampung, orang umum. Yang lainnya Bogor, Depok, dan Bekasi di luar itu tidak ada yang mengunjungi,” ucapnya.

Menurut dia, selama ini masih ada pengunjung dari luar yang masih mempercayai mitos-mitos tentang benda-benda dalam museum tersebut. “Andalan meriam Ki Amuk, karena mitosnya. Faktanya, mereka percayai kalau sudah bisa memeluk meriam itu usaha sukses, jodoh, dan lainnya sebagainya. Padahal itu hanya mitos,” tuturnya.

Ia menyambut baik adanya revitalisasi Banten Lama yang dilakukan Pemerintah Provinsi Banten. Ia berharap, setelah Banten Lama tertata dengan rapi, masyarakat bisa tertarik untuk datang mengunjungi museum. Menurut dia, museum tersebut masih banyak yang harus dikembangkan.

Diketahui, benda-benda peninggalan sejarah di dalam Museum Banten Lama tersebut, di antaranya hiasan pintu gerbang Keraton Surosowan, nisan-nisan orang Tionghoa, alat penggilingan tebu, meriam Ki Amuk, alat tempat/pengolahan logam, mesin cetak mata uang kertas ORIDA, gerabah besar, arca nandi, dan lainnya. (Masykur)*


Sekilas Info

Berburu Spot Selfi Rumah Hobit di Kampung Wisata Karodangan

BAGI anda penggemar karakter Hobit dalam film The Lord of The Ring, ada baiknya datang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *