Pengunjung Diklaim Meningkat, Parkir Liar di Banten Lama Merajalela

Kawasan Kesultanan Banten

SERANG, (KB).- Selama libur lebaran, kawasan wisata religi Masjid Agung Banten diserbu pengunjung. Meski menghadirkan suasana yang jauh lebih rapi dan tertata pascarevitalisasi, namun parkir liar masih berlangsung atau merajalela.

Berdasarkan pantauan, ribuan pengunjung tampak memenuhi sekitar Masjid Agung Banten mulai dari Surosowan hingga kawasan alun-alun sekitar masjid pada Ahad (9/6/2019).

Kendaraan pun tampak mengular mulai dari persimpangan jalan raya hingga sekitar kawasan masjid. Hal itu membuat beberapa pihak membuka lahan parkir dengan tarif yang tinggi. Untuk kendaraan roda dua misalnya, tarif parkir mencapai Rp 5.000 per kendaraan.

Ketua pemangku adat kesultanan Banten Tubagus Abas Wasse mengatakan, jumlah pengunjung mengalami peningkatan meskipun tidak terlalu signifikan.

“Memang terjadi peningkatan, tapi tidak terlalu signifikan, karena kan sebelum revitalisasi di tahun sebelumnya juga ramai,” katanya.

Menurutnya, masalah yang terjadi pascarevitalisasi ialah terjadinya penumpukan kendaraan. Hal itu karena saat ini laham parkir yang tersedia hanya berada di kawasan penunjang wisata (KPW) saja dengan kondisi lahan yang tidak luas.

Sehingga, masyarakat yang berkunjung menggunakan roda dua parkir di sekitar Masjid Agung. “Yang jadi masalah sekarang parkir saja, harusnya lahan 12 hektare di KPW segera dimanfaatkan agar tidak terjadi kemacetan,” ucapnya.

Terkait parkir disekitar Masjid Agung yang dipungut Rp 5.000 untuk kendaraan roda dua, ia menyatakan tidak mengetahui pengelola parkir di lokasi tersebut. Sebab, saat ini proses revitalisasi belum 100 persen. “Kalau saya sih menyebutnya parkir liar, karena kan proses revitalisasi belum selesai,” ujarnya.

Seorang pedagang di sekitar Masjid Agung Banten Rumsih mengatakan, pengunjung dari berbagai daerah itu mulai memenuhi kawasan kesultanan Banten itu setelah Idulfitri 1440 Hijriah. “Ini ramainya sejak habis lebaran, sampai sekarang masih ramai,” ucapnya.

Ia mengatakan, melonjaknya jumlah pengunjung setelah lebaran merupakan hal biasa. Bahkan, kata dia, keramaian itu terus berlangsung hingga tengah malam. “Memang setiap habis lebaran ramai, bahkan sampai tengah malam ramai terus,” tuturnya.

Seorang pengunjung, Syafei mengapresiasi revitalisasi Banten Lama yang kni jauh lebih rapi dan tertata dari sebelumnya. Meski demikian, dia mengeluhkan tarif parkir yang cukup tinggi.

“Mungkin karena belum selesai, tapi pengunjung sudah banyak. Ini mungkin yang membuat bermunculannya jasa parkir, dengan memanfaatkan lahan kosong dan tarif tinggi,” kata warga asal Cilegon ini.

Hal hampir senada dikatakan pengunjung lainnya, Sutarman, yang membawa rombongan keluarga besarnya ke Banten Lama. Selain untuk berziarah, juga penasaran dengan kondisi terkini Banten Lama.

“Tetangga yang sudah ke sini, bilang Banten Lama sekarang bagus dan tertata. Dan ternyata benar, sekarang pemandangannya bagus, lebih tertata. Cuma itu, parkirnya jauh dan tarifnya tinggi,” ujarnya. (Masykur/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here