Minggu, 18 November 2018

Pengunjung Bedolan Pamarayan Diprediksi Naik

SERANG, (KB).- Dinas Pemuda Olah raga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang, memerkirakan jumlah kunjungan Bedol Pamarayan tahun ini meningkat 20 persen per hari dibanding 2017. Hal itu dikarenakan rentang waktu festival tahun ini lebih lama yakni sampai empat hari.

Pantauan Kabar Banten, pelaksanaan Bedol Pamarayan yang dimulai Sabtu (13/10/2018) sekitar pukul 09.00 WIB tersebut disambut antusias oleh warga sekitar. Kemacetan pun sudah tak dapat terhindarkan. Bahkan, warga yang sudah tak sabar itu datang sejak pagi hari, lengkap dengan peralatan tangkap seperti jaring dan ember.

Begitu acara dibuka, warga pun langsung turun ke bendungan yang sudah berisikan lumpur. Tangkapan warga pun benar-benar tak mengecewakan. Ikan berukuran cukup besar berhasil ditangkap warga.

Kepala Disporapar Kabupaten Serang Tahyudin mengatakan, untuk Festival Bedolan Pamarayan tahun ini memang ada yang berbeda yakni pada stan pameran terdapat bursa inovasi desa. Kemudian juga kegiatan budaya tahun ini bertambah dibanding tahun lalu.

“Tiap malam ada kegiatan kalau kemarin kan sore, sekarang tiap malam. Seni tradisional. Terus tahun kemarin ada lomba rakit tapi karena terjadi sesuatu kita enggak adakan lagi,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Sabtu (13/10/2018). Berkat semua upaya tersebut, Tahyudin pun menilai kunjungan wisata tahun ini meningkat hingga 20 persen per hari. Salah satunya, tahun ini kegiatan festival juga dilaksanakan empat hari.

“Jadi tiap hari ada terus, kalau dulu cuma dua hari. Tahun lalu 18 ribu perhari kisarannya. Itu prediksi, kalau angka pasti kan susah,” ucapnya.

Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa saat meninjau pelaksanaan Bedol Pamarayan, Sabtu (13/10/2018).*

Sementara, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, untuk Kabupaten Serang memang memiliki dua kalender besar wisata. Pertama ada Anyer Krakatau Culture Festival (AKCF), yang akan didorong menjadi kalender wisata nasional. “Nah untuk skala regionalnya kami menyelenggarakan Bedolan Pamarayan,” tuturnya.

Pandji bercerita, awalnya Bedol Pamarayan ini merupakan rutinitas tahunan untuk maintenance bendungan. Dalam aktivitasnya, bendungan dikosongkan dan dijadikan pesta rakyat Pamarayan. “Kemudian, berkembang menjadi pesta rakyat kawedanan Pamarayan dan sekarang Kabupaten Serang, Lebak, dan jadi ritual tahunan yang dinikmati masyarakat Banten termasuk luar,” katanya.

Dorong perekonomian warga

Dia berharap, Bedolan Pamarayan menjadi salah satu destinasi wisata tahunan yang nantinya akan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat lokal. Dengan adanya orang-orang yang datang ke Bedolan Pamarayan, berarti ada peluang ekonomi bagi masyarakat setempat untuk melakukan kegiatan ekonomi.

“Nanti di sini akan berkembang home stay, rumah makan, industri marchindise, cendramata ini sedang kita rintis dan kita dorong Pamarayan dengan peninggalan bendungan yang sudah ratusan tahun lebih ini kita dorong jadi destinasi wisata Kabupaten Serang,” katanya.

Ia mengatakan, kegiatan ini bukan hanya berisi bedol saja, tapi ada rangkanya festival budaya. Semua seni budaya tradisional Kabupaten Serang seperti ubrug, patintung, terbang gede, topeng dan marawis juga dipentaskan. “Ada pameran, pasar murah, bazar murah dan pada puncaknya ada wayang golek semalam suntuk, terus festival band, jadi anak-anak Serang kreatif bisa tampil di sini,” ucapnya.

Pandji menilai, untuk tahun ini jumlah kunjungan mengalami peningkatan setiap harinya. Bahkan pada saat pembukaan Kamis (11/10/2018) lalu, diprediksi kunjungan mencapai 30-40 ribu orang.

“Sekarang bedol diselenggarakan dua hari dibuka hari Sabtu ditutup Ahad sore. Jadi ada waktu masyarakat yang kemarin dari Tangerang bisa datang hari kedua. Kalau kemarin ada yang kecewa sampai ada bahasa ngapain dibuka kalau hanya sehari mah udah aja sekalian enggak usah dibuka. Makanya kita beri kesempatan dua hari,” katanya. (DN)*


Sekilas Info

Kegiatan Reses Dewan Diawasi

SERANG, (KB).- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banten menerjunkan petugas untuk mengawasi kegiatan reses, kegiatan tersebut rawan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *