Pengunjuk Rasa Dilarang Bakar Ban

Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lustrianto Amstono.*

PANDEGLANG, (KB).- Dengan adanya kasus Ipda Erwin Yudha Wildani, seorang anggota polisi yang terbakar hidup-hidup saat mengamankan demo mahasiswa di Kabupaten Cianjur, menimbulkan duka bagi jajaran Polri.

Dengan adanya peristiwa tersebut, Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono mengingatkan agar pengunjuk rasa tidak lagi melakukan aksi demonstrasi dengan membakar ban.

“Dengan adanya peristiwa tersebut, tentunya menjadi pembelajaran bagi kita semua. Bahwa hal tersebut yang dilakukan oknum pengunjuk rasa, adalah perbuatan yang melanggar hukum dan merupakan tindak pidana sehingga harus diberikan sanksi sesuai ketentuan,” kata Kapolres, Selasa (27/8/2019).

Untuk itu, Kapolres turut berduka atas meninggalnya Ipda Erwin. Apalagi, kata Kapolres, almarhum pernah bertugas di Polsek Pandeglang Kota periode 2000 sebelum pindah ke Jawa Barat.

“Memang benar Erwin pernah bertugas di Pandeglang, dengan pangkat terakhir Bintara di Polsek Pandeglang tahun 2000-an sebelum pindah ke Jawa Barat,” ujarnya.

Untuk itu, kata dia, dalam menyampaikan aspirasi di depan umum harus memperhatikan pula ketertiban. Pengunjuk rasa diingatkan untuk menghormati hak-hak orang lain.

Sehingga, dia menyarankan agar pengunjuk rasa memberikan contoh aksi yang simpatik. Bukan dengan upaya-upaya yang justru dapat membahayakan orang lain.

“Dalam imbauan kami, kepada pengunjuk rasa khususnya di wilayah hukum Pandeglang, agar tetap menghormati aturan dan memperhatikan hak-hak masyarakat yang lain,” ucapnya.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap almarhum, jajaran Polres Pandeglang telah menggelar doa bersama saat apel pagi.

“Untuk bentuk penghormatan kami sudah melakukan doa bersama saat apel. Untuk pengibaran bendera setengah tiang, kami masih menunggu ketetapan dari Mabes Polri,” ucapnya.

Diketahui, Ipda Erwin meninggal dunia Senin (26/8/2019) dini hari, setelah dirawat mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta.

Ipda Erwin terbakar hidup-hidup saat mengamankan aksi demo mahasiswa di Cianjur, Kamis (15/8/2019). Selain Erwin, ada tiga polisi lain yang juga terbakar. Dari insiden ini, polisi telah mengamankan sejumlah mahasiswa dan lima orang ditetapkan menjadi tersangka. (IF)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here