Pengungsi Korban Banjir Butuh Akses Kesehatan

LEBAK, (KB).- Pengungsi korban banjir bandang di Kampung Seupang, Desa Pajagan, Kecamatan Sajira saat ini membutuhkan akses pelayanan kesehatan. Alasannya, jarak tempuh menuju Puskesmas mencapai puluhan kilometer.

“Kami minta pemerintah daerah membuka posko pelayanan kesehatan bagi warga yang terdampar banjir dan longsor,” kata seorang warga pengungsi Abas (30), Senin (30/3/2020).

Menurut dia, pelayanan kesehatan sangat vital. Karena, pengungsi korban banjir bandang yang tinggal di tenda pengungsi kesulitan untuk menerima pengobatan atau pelayanan kesehatan dari tenaga medis.

“Selama ini, warga pengungsi jika berobat pergi ke Puskesmas yang jarak tempuhnya sekitar 10 kilometer dengan kondisi jalan rusak,” ujarnya.

Saat ini, memasuki musim hujan tentu berpotensi timbulnya penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan banyak anak-anak balita terserang penyakit tersebut.

Masyarakat yang tinggal di tenda pengungsian tersebut, tentu tidak sehat dan tak layak huni. Karena, tenda terbuat dari plastik terpal dan lantai tanah serta tidur di atas bale-bale yang terbuat dari bambu juga jika kemarau panas menyengat dan jika hujan kebocoran.

“Penyebaran penyakit ISPA sangat rawan menyerang anak-anak balita mengalami demam, suhu tinggi, batuk, sesak napas, dan pilek,” ucapnya.

Warga yang tinggal di tenda pengungsian mendambakan adanya petugas posko pelayanan medis selama 24 jam untuk melayani kesehatan dan pengobatan. Umumnya, kasus penyakit di tenda pengungsian tersebut, selain ISPA juga diare, karena mereka kesulitan mendapat pasokan air bersih juga kondisi lingkungan kumuh.

“Selain itu, pendapatan ekonomi warga relatif kecil, sehingga konsumsi makanan yang bergizi sangat minim. Kami harap, pemerintah daerah membuka pelayanan kesehatan di posko pengungsian Kampung Seupang,” tuturnya.

Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinas kesehatan (Dinkes) Lebak Triyatno Supiyono sudah memerintahkan petugas Puskesmas Pajagan, agar membuka posko pengobatan di lokasi tenda pengungsian Kampung Seupang.

Posko pengobatan tersebut, untuk mempermudah pelayanan pengobatan bagi warga, terlebih saat ini memasuki masa pembatasan sosial untuk pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Kami minta petugas kesehatan itu bisa bergiliran untuk melayani kesehatan di lokasi yang terdampak bencana banjir bandang jika tidak membuka posko itu,” katanya. (PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here