Penguatan Permodalan, Bank Banten Gandeng Kejagung RI

SERANG, (KB).- PT Bank Pembangunan Daerah, Tbk atau Bank Banten berinisiatif untuk berkolaborasi dengan Kejagung RI dalam mendukung penguatan permodalan. Nantinya, Kejagung RI akan memberikan pertimbangan hukum berupa penyampaian legal opinion dan pendampingan hukum untuk memperkuat rencana penguatan permodalan Bank Banten.

Direktur Bank Banten Kemal Idris mengatakan, upaya bergandengan dengan Kejagung RI merupakan langkah pre-femptive initiative untuk menekan seluruh risiko pengambilan keputusan strategis. Dengan kolaborasi tersebut risiko pengambilan keputusan strategis dapat teridentifikasi, terukur, termonitor dan terkendali dengan baik.

“Melalui tahapan ini, kami memberikan pesan kepada seluruh pemangku kepentingan bahwa seluruh jajaran pengurus dan karyawan Bank Banten memiliki komitmen yang kuat untuk memajukan Bank Banten,” ujarnya.

Menurutnya, transformasi Bank Banten yang tadinya berasal dari bank swasta dan memiliki orientasi bisnis berbeda bukan perkara mudah.

“Namun demikian, dengan adanya komitmen bersama tidak hanya dari pengurus dan Pemerintah Provinsi Banten selaku Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT). Namun juga keberpihakan dari seluruh pemangku kepentingan yang memiliki tujuan untuk mendukung kemandirian Provinsi Banten dan menjadikannya bermanfaat bagi pembangunan ekonomi dan masyarakat,” katanya.

Praktisi Pasar Modal Syaiful Adrian mengatakan, tata kelola perusahaan merupakan salah satu elemen penting untuk membangun kepercayaan masyarakat, khususnya dalam industri perbankan yang berstatus sebagai perusahaan terbuka.

“Dalam upaya peningkatan kualitas komunikasi perusahaan terbuka dengan pemegang saham atau investor, dan peningkatan aspek tata kelola perusahaan melalui partisipasi pemangku kepentingan serta peningkatkan pelaksanaan keterbukaan informasi tentunya memiliki peranan penting dalam menjamin keberlangsungan bisnis jangka panjang Bank Banten,” tuturnya.

Langkah Bank Banten dalam menggandeng Kejagung RI dianggap langkah positif dan dapat membangun serta memperkuat kepercayaan investor dan juga masyarakat Banten. Akademisi dari STIE Banten Didi Wandi mengatakan, pendampingan Kejagung dalam rencana penguatan permodalan Bank Banten merupakan langkah yang sudah tepat untuk mendobrak stigma pendirian Bank Banten yang terkesan syarat dengan masalah.

“Dengan dilakukannya hal tersebut, manajemen menempatkan Bank Banten dalam posisi terbuka sekaligus menunjukkan kesiapannya untuk memastikan bahwa pelaksanaan penguatan permodalan dapat berjalan sesuai dengan peraturan dan prinsip GCG (Good Corporate Governance),” ucapnya.

Ia berharap, hasil dari kajian dan asistensi hukum dimaksud dapat memberikan kepastian dan kenyamanan bagi seluruh pemangku kepentingan, khususnya Provinsi Banten selaku PSPT Bank Banten. “Sebagai satu-satunya Bank Pembangunan Daerah milik Provinsi Banten,” ucapnya.

Kemajuan bersama

Tokoh Banten H. Embay Mulya Syarif menuturkan, sebagai putra asli Banten dirinya sangat memperhatikan setiap perkembangan yang terjadi di Provinsi Banten, tak terkecuali Bank Banten.

“Saya juga melihat perkembang terkait permodalan Bank Banten, dari awal saya mengikutinya. Menjadi bank yang sehat memang membutuhkan modal yang cukup besar. Saat ini Bank Banten juga membutuhkannya untuk menunjang perjalanan bisnisnya. Lika-liku terkait hukum yang dihadapinya pun saya mengikuti. Saya sangat mengapresiasi Bank Banten berkolaborasi dengan Kejagung RI untuk menuntaskan persoalan hukum yang harus diselesaikan Bank Banten,” tuturnya.

Jika dimungkinkan, ia ingin akar permasalahan Bank Banten dapat terselesaikan dengan cepat. Sehingga, ke depan Bank Banten tak dihadapkan pada masalah yang menghambat kemajuan.

“Tapi perlu digarisbawahi, ini tidak hanya untuk kemajuan bank, tapi kemajuan bersama masyarakat Banten dan Provinsi Banten. Selain itu, perlu dipikirkan juga oleh manajemen untuk dapat mengubah Bank Banten dari bank konvensional menjadi Bank Syariah, atau membentuk Unit Usaha Syariah dimana hal tersebut sesuai dengan Banten sebagai provinsi yang religius,” ujarnya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here