Pengikut Kerajaan Ubur-ubur Diperiksa

SERANG, (KB).- Polres Serang Kota telah memeriksa 12 orang pengikut kerajaan ubur-ubur. Dari pemeriksaan itu, suami Aisyah, Rudi Chairil Anwar ternyata memiliki pemahaman agama yang cukup baik dan terbukti bisa menghapal beberapa ayat Alquran.

Menurut Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin, Rudi yang tunanetra mengakui yang dilakukan oleh Aisyah merupakan kesalahan. Suaminya itu sudah mengingatkan Aisyah agar membuang semua angan-angannya. ”Suami beliau mengatakan bahwa istrinya itu terlalu terobsesi dengan bayang-bayang, memang yang agak repot ya dia belajar lewat ghaib,” kata Kapolres di Mapolres Serang Kota, Rabu (15/8/2018).

Kapolres menuturkan, Aisyah beberapa pengikutnya sudah mengakui khilaf mengikuti ajaran Aisyah. Menurut pengakuan dari beberapa pengikut, kata dia, mereka tertarik terhadap Aisyah untuk mempelajari sejarah kerajaan yang seringkali disampaikan Aisyah. ”Mereka menyadari setelah kasus ini bermasalah mereka sebagian besar sadar,” ucapnya.

Baca Juga: Kerajaan Ubur-Ubur Yang Mengaku Utusan Ratu Kidul, MUI Nyatakan Islam Ternodai

Terkait nama kerajaan yang menggunakan nama biota laut, Kapolres menjelaskan dari pengakuan para pengikutnya mereka sendiri tidak mengetahui alasan nama ubur-ubur. Namun, mereka menyebutkan hanya spontanitas saja. ”Filosofinya apa mereka tidak menyampaikan, hanya memang sempat terucap bahwa kalau ubur-ubur bersatu itu bisa menenggelamkan sebuah kapal. Ini tidak kita tanggapi secara serius bahwa kerajaan ubur-ubur spontan,” tuturnya.

Kapolres menyampaikan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengkajian dan pendalaman. Namun dari pengkajian dengan MUI dan tokoh agama memang terdapat penyimpangan tafsir Alquran yang disampaikan oleh Aisyah.

Secara terpisah, Kepala Kesbangpol Kota Serang Golib Abdul Mutolib mengatakan, pihaknya tidak mengetahui organisasi atas nama kerajaan ubur-ubur itu. Menurutnya, nama tersebut tidak pernah terdaftar di Kesbangpol Kota Serang sebagai sebuah organisasi. ”Gak ada, tidak pernah terdaftar di Kesbangpol,” kata Golib.

Dari hasil audiensi dengan pihak kepolisian dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang, menurutnya memang ditemukan adanya penyimpangan gama yang dinilai tidak pas dalam penafsirannya. ”Tidak sesuai dengan ajaran Islam, tapi sementara ini masih diamankan dulu oleh kepolisian,” tuturnya. (Masykur/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here