Penggunaan KKS Program BPNT, KPM Dapat Pendampingan

SERANG, (KB).- Pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang mengatakan, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) yang belum memahami cara penggunaan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) akan mendapatkan pendampingan, sehingga diharapkan tidak ada KPM yang kesulitan.

Kepala Seksi (Kasi) Penanganan Lingkungan Kumuh dan Bantuan Stimulan pada Dinsos Kabupaten Serang Siti Aminah menjelaskan, untuk KKS sudah dilakukan sosialisasi sebelum dilakukan pembagian kepada para KPM di kecamatan masing-masing.

Kemudian, pada saat proses penyerapannya pendamping elektronik warung gotong royong (e-Warong) tetap melakukan pendampingan pada KPM. Hal tersebut, karena dikhawatirkan masih ada yang kebingungan dalam pengunaannya.

“KKS sudah sosialisasi saat pembagian untuk nanti digesek ke e-Warong. Kalau ada berasnya langsung diberikan berasnya. Itu pun dilakukan pendampingan,” katanya kepada Kabar Banten, Jumat (23/8/2019).

Ia menjelaskan, selain itu setiap desa juga memiliki tim bansos pangan, sehingga mereka tahu di mana saja e-Warong yang sudah melakukan penyerapan. Pada saat penyerapan juga, tim bansos pangan ikut melakukan pengawasan.

“Jadi, semua kelurahan (desa) tahu di mana saja e-Warongnya, karena mereka memiliki tim bansos pangan. Jadi, saat sosialisasi hingga penyerapan mereka juga ikut membantu,” ujarnya.

Sementara, lanjut dia, untuk proses penyerapan di Kecamatan Padarincang sebetulnya belum semua dilaksanakan. Dari 10 e-Warong yang ada, baru sebagian saja yang melakukan penyerapan, sehingga masih ada yang belum mendapatkan kebutuhan beras ataupun telurnya.

“Di Padarincang itu kan ada 10 e-Warong. Belum semuanya melakukan penyerapan. Jadi, kemungkinan itu yang belum tersedia berasnya, sehingga belum kebagian,” ucapnya.

Ia memaklumi proses yang berjalan masih banyak persoalan yang terjadi di lapangan. Sebab, Kabupaten Serang baru tahun ini melaksanakan program BPNT. Selain itu, warga juga diminta untuk menggunakan sistem transaksi nontunai dalam mendapatkan bantuan tersebut. Banyak juga yang belum memahami sistem baru dari program BPNT tersebut.

“Sebetulnya tidak terlalu ribet, namun karena mungkin baru pertama. Tapi, bagusnya itu pembelajaran bagi masyarakat terkait sistem perbankan. Kami ambil sisi positifnya bagi masyarakat bukan hanya mendapatkan uang dan berasnya, tapi pembelajarannya itu lebih bermanfaat,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga masih kesulitan dalam menggunakan kartu BPNT, sehingga mereka belum mendapatkan beras atau telur. Warga Kecamatan Padarincang Suhi mengatakan, pihaknya bingung ketika menggunakan kartu BPNT atau KKS berbentuk ATM yang digunakan untuk mengambil beras atau telur. Sebab, saat dibagikan KKS tersebut, petugas hanya menjelaskan kegunaan kartu tersebut, untuk mengambil bantuan dari pemerintah. (TM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here