Jumat, 22 Juni 2018

Pengguna PayTren Jadi Nasabah Bank Muamalat

SERANG, (KB).- Branch Manager Bank Muamalat Cabang Serang, Sofian Asmat mengatakan, PayTren mengajak para penggunanya untuk menjadi nasabah Bank Muamalat. “Untuk kerja sama memang sudah ada, hanya saja baru berupa lisan belum secara tertulis. PayTren merekomendasikan untuk penggunanya membuka rekening di Bank Muamalat. Alhamdulillah, setiap harinya ada sekitar 5 sampai 10 orang pengguna PayTren mendaftar menjadi nasabah Bank Muamalat. Tentu saja kerja sama ini saling memberikan keuntungan untuk kita,” ujar Sofian saat ditemui di ruangan kerjanya, Jumat (2/3/2018).

Diketahui, PayTren adalah salah satu uang elektronik yang kini sudah banyak penggunanya. PayTren sendiri dibangun oleh Ustaz Yusuf Mansyur di bawah perusahaan PT Veritra Sentosa International yang merupakan perusahaan penyedia finansial berbasis syariah dan teknologi. Cukup dengan mengunduh aplikasinya melalui android, pengguna sudah bisa menikmati kemudahan bertransaksi tanpa harus antre dan menunggu.

“Caranya gampang kok, unduh aplikasi PayTren di android, kemudian member sudah dapat melakukan berbagai transaksi berbasis internet seperti membayar tagihan token listrik, belanja di online shop sampai membeli pulsa all aperator juga bisa ko,” ujar seorang mitra PayTren, Murvid Asmara. Selain transaksi yang mudah, bertransaksi dengan PayTren pun lebih hemat dan murah, karena berbasis syariah. Serta ada nilai lebih yang tidak dimiliki oleh uang elektronik lainnya, yaitu member bisa berbelanja sekaligus bersedekah tanpa menambah biaya harga barang yang akan dibeli.

Dengan kemudahan yang diberikan PayTren, para member pun bisa sambil berbisnis melalui aplikasi tersebut. “Iya, selain untuk transaksi PayTren juga bisa untuk berbisnis. Jadi di PayTren itu ada peluang usaha yang diberikan oleh si perusahaan kepada mitranya untuk ikut memasarkan lisensi PayTren. Lisensi PayTren tersebut adalah hak izin pengguna PayTren yang memang diberikan kepada mitra atau agennya, seperti saya ini,” kata Murvid.

Ia mengatakan, jika PayTren bukanlah bisnis Multi Level Marketing (MLM), karena tidak mengeluarkan atau menjual produk sendiri. Melainkan hanya sebagai penyedia jasa, layaknya perantara untuk memudahkan pengguna atau member. Apabila pengguna ikut memasarkan lisensi PayTren maka berpotensi untuk mendapatkan komisi, bonus serta hadiah dari perusahaan. (Rizqi Putri/Job)***


Sekilas Info

Berburu Uang Receh untuk Lebaran

MEMBERIKAN sedekah uang persenan (angpau) untuk kerabat, teman dan tetangga seakan sudah menjadi tradisi saat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *