Pengguna Bom Ikan Ditangkap Polisi

Kepala Polair Polres Pandeglang Iptu Dwi Hari Bagio Sunarko sedang memeriksa kapal motor yang diduga menyimpan bom ikan di perairan Panimbang, Jumat (29/11/2019).*

PANDEGLANG, (KB).- Satuan Polisi Air (Polair) Polres Pandeglang menangkap dan mengungkap pelaku penyimanan bahan peladak (handak) yang akan digunakan untuk bom ikan di Perairan Panimbang, tepatnya di pinggir Tempat Pelelangan Ikan (TPI) lama Desa Panimbangjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Jumat (29/11/2019).

Tertangkapnya tersangka handak berawal saat sedang ada bongkar ikan di TPI. Dari lokasi itu, anggota Satpolair mencurigai Kapal Motor yang membongkar muat ikan. ‎Kapal Motor Setela Maria milik tersangka diperiksa petugas. Setelah diintrograsi, ABK kapal tersebut menyebutkan bahwa mereka akan menggunakan bahan peledak untuk bom ikan.

Kasat Polairut Polres Pandeglang, Iptu Dwi Hari Bagio Sunarko membenarkan telah terjadi tindak pidana dugaan pemilik bom ikan. Handak tersebut diduga kuat milik untuk kegiatan menangkap ikan di laut yang di lakukan oleh tesangka CC alias AL.

“Kami melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan didapat keterangan jika ada sisa bahan peledak yang mereka sembunyikan di pulau liwungan. Saat itu  anggota Satpolair langsung mencari bom ikan dimaksud dan didapati barang bukti tersebut,” kata Kasat Polairut Polres Pandeglang, Iptu Dwi Hari Bagio Sunarko kepada Kabar Banten, Ahad (1/12/2019).

Ia mengatakan, selain dilakukan penangkapan terhadap tersangka, petugas juga berhasil melakukan penahanan barang bukti berupa peralatan yang digunakan untuk meracik bahan peledak.

“Ada sepuluh botol berisi bom ikan siap ledak. Diantaranya 7 botol ukuran besar dan 3 botol ukuran kecil. Satu ember cat berisi potasium kurang lebih 20 kilogram, satu kilo bubuk mesiu, 18 sumbu bom ikan,” katanya. (Ade Taufik)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here