Pengerukan Daerah Irigasi Cilangkahan II Disoal

LEBAK, (KB).- Sejumlah warga mempertanyakan kegiatan pengerukan irigasi Daerah Irigasi (DI) Cilangkahan II di Desa Cilangkahan dan Desa Sukamanah Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lebak.

Hal ini beralasan selain karena selain tanpa papan nama proyek dan anggaran yang digunakan tidak jelas, pelaksanaan kegiatan itu juga menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak ”takluk” terhadap pengembang perumahan.

Menurut informasi dari beberapa warga yang berhasil dihimpun, saluran irigasi DI Cilangkahan II kembali mengalami pendangkalan dan kembali ditangani oleh Pemerintah daerah (Pemda) Lebak, melalui dinas PUPR Kabupaten Lebak, dengan cara pengerukan.

Padahal, penyebab terjadinya pendangkalan lebih disebabkan dampak adanya pengembang perumahan. Beberapa tahun lalu pihak pengembang perumahan telah berjanji akan mengatasi pendangkalan saluran irigasi DI Cilangkahan II di dua desa tersebut.

Tapi kenyataannya upaya itu tidak dilakukan hingga akhirnya ditangani oleh Pemda Lebak melalui Dinas Sumber Daya Air (sekarang PUPR) dengan anggaran ratusan juta rupiah. Saat ini saluran irigasi tersebut kembali mengalami pendangkalan karena tanah dari area perumahan diduga tergerus air dan mengendap di irigasi itu.

”Ya benar, penyebab terjadinya pendangkalan diduga akibat tanah dari perumahan yang tergerus air dan mengendap di saluran. Dulu sempat pihak pengembang membuat surat yang isinya siap bertanggung jawab dan akan melakukan pengerukan. Janji itu ternyata tidak ditepati dan akhirnya ditangani oleh SDA,” ujar salah seorang pengurus Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Mitra Cai, Abeng.

Ditanya soal anggaran, Abeng mengatakan, pengerukan dilakukan Dinas PUPR Kabupaten Lebak karena adanya desakan dari warga karena air disaluran irigasi tersebut tidak tertampung dan menyebabkan banjir akibat pendangkalan. ”Yang saya tau alat berat pinjam UPT Wilayah 5. Adapun biaya operasional dari kantor (PUPR Lebak),” tuturnya.

Ditanggulangi mitra

Sementara itu, Kepala UPT Dinas PUPR SDA Lebak, Saprudin mengatakan, pengerukan irigasi DI Cilangkahan II dilaksanakan atas dasar desakan dari masyarakat karena jika hujan dengan intensitas tinggi membanjiri permukiman.
”Mangga pak, udah banyak dikonfimasi oleh rekan-rekan media. Mengenai anggaran, belum dianggarkan, sementara ini ditanggulangi oleh Pak Husen, tanya aja coba ke teman-teman yang di lapangan atau ke Pak Husen mungkin sekarang ada di lapangan,” ujarnya melalui sambungan WhatsApp, Rabu (4/4/2018).

Pihak PUPR Kabupaten Lebak, lanjut Saprudin, berupaya dengan berbagai cara meski urusan kedepannya akan seperti apa. ”Ada Pak Husen yang mau membantu kami untuk menanggulangi. Entah nanti urusannya bagaimana saya kurang tau,” tuturnya. (DH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here