Pengerjaan Lambat, DPUPR Lebak Tegur Dua Rekanan Proyek

LEBAK, (KB).- Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Lebak menegur dua perusahaan pelaksana kegiatan pembangunan jalan. Alasannya, progres pengerjaan tidak sesuai target, sehingga kedua rekanan diminta mempercepat proses pengerjaan.

Kepala bidang pembangunan jalan dan jembatan DPUPR Lebak Hamdan S mengatakan, dari 28 paket pekerjaan jalan tahun ini, ada dua paket proyek yang dilaksanakan dua rekanan yang progres pengerjaannya belum sesuai target. Saat ini, progres pengerjaan masing-masing rekanan sekitar 68 persen dan 47 persen.

“Kita sudah memberikan teguran dan melakukan kroscek ke lapangan. Kendala keterlambatan pengerjaan, salah satunya karena masalah teknis ketergantungan alat dan antrean hotmix,” kata Hamdan, Rabu (4/12/2019).

Ia menjelaskan, proyek yang pengerjaannya tak sesuai target itu, yakni di ruas jalan Leuwidamar- Gajrug dengan nilai kontrak Rp 8,9 miliar bersumber Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) II dan ruas jalan Gunungkencana-Cirinten 2,8 kilometer (KM) bersumber dari Bankeu APBD Provinsi Banten.

“Tetapi, grafiknya saat ini tentu terus meningkat. Karena memang saat ini pengerjaannya sedang dikebut, optimistis bisa selesai sesuai target paling lambat 25 Desember 2019,” katanya.

Menurutnya, tahun ini baik pemeliharaan maupun pembangunan jalan dari target 250 kilometer, yang sudah terealisasi 80 persen. Kondisi jalan kabupaten yang kondisi mantap 61 persen. “Untuk hotmixnya sendiri sekitar sepanjang 200 kilometer itu hotmix CTB. Hotmix CTB mulai diterapkan dari tahun 2015,” ujarnya.

Jalan merupakan salah satu prioritas pembangunan di bidang ekonomi. Maka dari itu, pihaknya akan selalu menjaga agar jalan dalam keadaan layak untuk dilalui. Pemeliharaan jalan dilaksanakan untuk menjaga agar kondisi dan fungsi jalan tetap mantap dan layak dilalui pengguna jalan.

”Pemeliharaan dilaksanakan pada ruas jalan kabupaten dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang, dan untuk kondisi jalan yang rusak berat, maka akan ditangani dengan program peningkatan jalan kabupaten,” ucapnya.

Ia berharap masyarakat bisa memahami kinerja pemeliharaan jalan di Kabupaten Lebak karena hingga saat ini masih banyak yang belum dilaksanakan. ”Kita bekerja dengan skala prioritas, artinya kita akan melakukan pemeliharaan jalan sesuai dengan tingkat kerusakannya,” tuturnya.

Untuk pemeliharaan jalan yang belum dilakukan, kata dia, bukan berarti tidak dilakukan pemeliharaannya tetapi bertahap. ”Kita juga selalu mendata jalan-jalan yang mengalami kerusakan, sehingga tujuan dari pembangunan perekonomian di Kabupaten Lebak akan terwujud sebagaimana mestinya,” pungkas Hamdan. (PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here