Pengentasan Kawasan Kumuh di Kota Serang Baru Tercapai 6%

Salah satu kawasan kumuh di kecamatan kasemen, Kota Serang.

SERANG, (KB).- Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Kota Serang Hidayat mengatakan, pengentasan kawasan kumuh di Kota Serang baru tercapai sekitar 5 hingga 6 persen. Oleh karena itu, butuh sinergitas dengan masyarakat untuk ikut terlibat dalam proses pengentasannya.

“Persentasenya katakanlah (pengentasan kekumuhan) 20 persen itu bagus. Kami baru mencapai 5 hingga 6 persen pengentasan kekumuhan,” katanya, Kamis (7/2/2019).

Menurut dia, kawasan paling kumuh di Kota Serang, yaitu di Kecamatan Serang disebabkan, karena tingkat kepadatan penduduknya yang tinggi.

“Sehingga, pemerintah kota (Pemkot) terus berupaya meminimalisir itu. Karena, kepadatan penduduk di Kecamatan Serang rasionya tinggi,” ujarnya.

Ia menuturkan, dalam pengentasan tersebut, terdapat kewenangan provinsi dan pusat sesuai dengan luas wilayah. Jika wilayah di bawah 10 hektare, maka menjadi kewenangan Kota Serang, 10 hingga 15 hektare kewenangan provinsi dan di atas 15 hektare kewenangan pusat.

“Ada komunitas Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), bagaimana berkolaborasi dengan mereka yang dibiayai bukan hanya APBD, tapi APBN untuk pengentasan kekumuhan yang ada di Kota Serang, khususnya di Kecamatan Serang,” ucapnya.

Ia menjelaskan, banyak variabel penyebab kawasan menjadi kumuh, di antaranya lingkungan yang tidak higienis, banyak rumah yang kurang layak huni, dan infrastrukturnya rusak. “Sehingga, untuk meminimalisirnya butuh kebersamaan masyarakat,” tuturnya.

Ia mengatakan, dalam pengentasan kekumuhan dibutuhkan sinergitas masyarakat, yaitu dengan budaya gotong royong. Hal tersebut juga diselaraskan dengan program 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang tentang kebersihan. Meskipun begitu, dia menyadari pengentasan kekumuhan tidak bisa dilakukan dalam waktu cepat.

“Kalau kekumuhan tidak bisa dalam program cepat, karena seperti kami ini dari bantuan APBN jadi ada jadwalnya dalam satu tahun itu, karena besar juga (anggaran) ini harus dilelangkan. Ada (program) penyediaan air bersihnya, sanitasi, untuk mengentaskan kekumuhan ya itu tadi, rumahnya layak huni, infrastruktur jalannya,” katanya.

Ia berharap, dengan gotong royong masyarakat dan sadar akan kebersihan lingkungan, predikat kumuh di Kota Serang bisa lepas sedikit demi sedikit.

“Kebersihan saja dulu, bagaimana membersihkan melalui OPD terkait, terus bagaimana menggerakkan gotong royong di masyarakat, misalnya dengan Jumat Bersih. Jangan aparat pemerintah saja yang turun itu, mestinya masyarakat juga bareng-bareng,” ucapnya. (Masykur/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here