Minggu, 23 September 2018

Pengelolaan TPSA Cilowong, Investor Jepang Terganjal Lahan

SERANG, (KB).- Penjajakan kerja sama yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terhadap sejumlah investor asing untuk menggarap Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong belum menemui kata sepakat. Disinyalir, hal tersebut, karena persoalan lahan.

Hingga saat ini, sudah empat investor asing yang melirik untuk mengelola TPSA Cilowong yang terletak di Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan tersebut. Keempatnya berasal dari Australia, Malaysia, Korea, dan baru-baru ini dari Jepang. “Tapi, mereka (investor Jepang) juga butuh tambahan lahan. Nah, itu yang jadi pertimbangan. Kalau pemkot yang diminta pembebasan lahan tentu saja berat,” kata Pengelola TPSA Cilowong, Muhalimin kepada Kabar Banten, Jumat (23/2/2018).

Ia menuturkan, perkembangan terbaru, yaitu pada Januari 2018, pemkot menerima kunjungan investor Jepang. Dalam pertemuan tersebut, terungkap pengusaha asal Jepang menyiapkan sepuluh mesin untuk mengolah sampah menjadi biosolar.

Menurut dia, apabila pengolahan sampah oleh investor Jepang tersebut batal, pekerjaan rumah berat menanti pemkot. Solusinya, pemkot membebaskan lahan sekitar 5 sampai 10 hektare lagi.
“Lahan yang masih ada saat ini terlalu dekat dengan permukiman warga atau ketika (TPSA) Bojong Menteng sudah jadi, maka pembuangan sampah dapat dilakukan ke sana. Hanya saja, biaya operasionalnya tinggi,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sampah dari Kota Serang yang masuk ke TPSA sebanyak 700 meter kubik per hari, sedangkan dari Kabupaten Serang 200 meter kubik. “Ini akan terus-menerus menggunung dan harus dicarikan solusinya,” ucapnya.

Sementara itu, Asda I Pemkot Serang, Nanang menjelaskan, sampah semakin menggunung, karena hingga kini belum ada pengolahan sampah di TPSA Cilowong. Terakhir, ada investor dari Jepang yang ingin mengolah sampah TPSA Cilowong, namun sebatas penjajakan.

Selain Jepang sudah ada beberapa investor lainnya yang juga melirik TPSA Cilowong. Namun, hingga saat ini belum ada yang deal. “Bahkan, sebelumnya investor Korea yang menawarkan teknologi mengubah sampah menjadi energi sudah memboyong sejumlah petinggi Pemkot Serang untuk melihat teknologi mereka di Korea. Namun, hingga kini kerja sama itu tidak dilanjutkan ke tahap yang lebih serius,” tuturnya. (TM)***


Sekilas Info

47 Desa di Kabupaten Serang Terdampak Kekeringan

SERANG, (KB).- Sebanyak 47 desa di 11 kecamatan di Kabupaten Serang kesulitan mendapatkan air bersih, karena …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *