Pengelolaan TPAS Cilowong, Pemkot Serang Kesulitan Tarik Investor

SERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang kesulitan mencari investor yang siap mengelola Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong di Kecamatan Taktakan. Hal tersebut, karena ketersediaan volume sampah yang harus terjamin.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang Ipiyanto menjelaskan, ketersediaan sampah tersebut, berhubungan dengan tujuan investor, seperti untuk produksi listrik, minimal sampah yang masuk ke TPAS Cilowong sebanyak 500-1.000 ton per hari. Hal tersebut, agar produksi listrik tidak terhenti.

“Ini kan jadi persoalan, saat investor masuk harus bisa menjamin ketersediaan sampah dalam kurun waktu tertentu dapat terpenuhi. Siapa yang bisa menjamin, itulah yang saat ini masih kami lakukan pengkajian-pengkajian,” katanya, Senin (15/7/2019).

Meski sulit mendapatkan investor, TPAS Cilowong harus tetap mendapatkan perhatian secara serius. Sebab, sampah yang bertumpuk selama puluhan tahun bisa menjadi bom waktu yang tidak dapat diduga.

“Usia dari TPAS Cilowong sudah berusia sekitar 40 tahun lebih. Sementara, penanganan pengelolaan sampah saat ini masih belum signifikan,” ujarnya.

Saat ini, ucap dia, sampah yang diproduksi oleh warga Kota Serang sebanyak 360 ton per hari. Namun, yang dapat terangkut baru sekitar 117 ton. Tidak masksimalnya pengangkutan sampah dikarenakan beberapa faktor, di antaranya kekurangan armada pengangkut dan personel.

“Armada yang tersedia saat ini sekitar 29 unit. Kalaupun ada penambahan totalnya baru sekitar 35 armada. Sementara, kebutuhannya, yakni sekitar 117 ton, cukup enggak?,” ucapnya.

Terpisah, Wali Kota Serang Syafrudin menuturkan, untuk memenuhi kebutuhan armada pengangkut sampah, Pemkot Serang akan melakukan penambahan secara bertahap.

“Pemkot berusaha bertahap, sekarang baru ditambah 6. Ke depan mudah-mudahan bisa ditambah lagi. Kalau semua (anggaran) diserahkan ke LH nanti yang lain enggak kebagian,” tuturnya. (Masykur/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here