Senin, 19 Februari 2018

Pengelolaan Sampah dan Penyediaan Air Bersih, Perusahaan Korsel Siap Investasi Rp 3,1 Triliun

SERANG, (KB) .- Pemerintah Kabupaten Serang dan pihak perusahaan Serang Regency and GMS Group Consortium menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU), terkait kerja sama pengelolaan sampah untuk menjadi energi dan penyediaan air bersih. Dalam kerja sama tersebut, perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) tersebut menyiapkan investasi senilai Rp 3,1 triliun.

Penandatanganan MoU dilakukan Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah dan Pimpinan GMS Group, David Song Gimen di Pendopo Bupati, Jumat (3/11/2017). Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Bappeda Provinsi Banten, Hudaya, Asda II Pemkab Serang, Irawan Noor, dan sejumlah pimpinan OPD terkait, serta para undangan.

Pimpinan GMS Group, David Song Gimen menuturkan, pihaknya investor di bidang PDAM dan sampah untuk dikelola menjadi energi. “Sebelumnya, kami sudah keliling di Provinsi Banten dan kesimpulan kami sebagai investor sangat menarik untuk investasi di Banten. Untuk sementara, kami nilai investasi khusus PDAM sekitar Rp 600 miliar,” katanya.

Ia mengatakan, nilai tersebut termasuk untuk pemasangan pipa ke masyarakat, kemudian untuk pengelolaan sampah kami investasi sekitar Rp 2,5 triliun. Setelah penandatangan MoU, pihaknya akan segera melakukan feasibility study (FS) melalui konsultan bidang PDAM. “Kami serius melanjutkan investasi dan kami secepatnya selesaikan FS lapangan dan administrasi, target kami selesaikan FS Desember 2017,” ujarnya.

Setelah itu, pihaknya mengajukan persetujuan dan langsung melanjutkan dengan pembangunan fisik di lapangan. Namun, pihaknya perlu bantuan pemerintah dan masyarakat. “Kami semangat dan minta dukungan semua pihak,” ucapnya di hadapan bupati dan tamu lainnya.

Sementara, Kepala Bappeda Provinsi Banten, Hudaya yang memfasilitasi pihak perusahaan dengan Pemkab Serang menuturkan, water treatment dan pengolahan sampah di setiap kabupaten/kota di Provinsi Banten khususnya di luar Lebak dan Pandeglang menjadi persoalan serius.

Apalagi, saat ini di Banten ada proyek strategis nasional untuk bendungan baik Karian maupun Sindangheula di Kabupaten Serang. Untuk Sindangheula, tutur dia, pemprov telah mengupayakan pembebasan lahannya, kemudian konstruksinya dari Pemerintah Pusat.

“Tetapi, apa setelah dibangun begitu saja, sehingga dipikirkan bagaimana, agar memberi manfaat lebih ke masyarakat, maka butuh water treatment. Untuk pembangunannya membutuhkan biaya tinggi, kecuali investor yang bisa menyelesaikan. Kalau mengandalkan APBD sangat tidak mungkin,” katanya.

Sementara, terkait kerja sama di bidang pengelolaan sampah, ujar dia, Pemkab Serang sebelumnya sudah menginisiasi untuk membangun TPSA di Tunjung Teja dan telah menyerahkan kepada pemprov. Namun, di pemprov, pembahasannya juga masih terus dilakukan dan kajiannya di Kabupaten Serang sudah ada. (YY)***


Sekilas Info

NASIB BANTEN DI TAHUN ANJING TANAH

Dalam tradisi Tionghoa ada satu kepercayaan yang memprediksi kondisi  satu tahun yang akan berjalan, atau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *