Pengedar Sabu Dituntut 10 Tahun Penjara

Sapriyadi, terdakwa kepemilikan sabu-sabu harus mengelus dada. Dia, dituntut kurungan penjara selama 10 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Serang, lantaran terbukti melanggar Pasal 114 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Pembacaan tuntutan terhadap Sapriyadi dilakukan dalam persidangan di PN Serang, Selasa (11/6/2019). Jaksa Kejari Serang Subadri, menyatakan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah tanpa hak atau melawan hukum, menjadi perantara dalam jual beli narkoba.

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap Sapriyadi berupa pidana penjara selama 10 tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan denda sebesar Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara,” kata Subadri dihadapan Ketua Majelis Hakim PN Serang Santoss.

Sebelum menuntut terdakwa, jaksa memiliki beberapa pertimbangan yang memberatkan dan meringatkan perbuatan Sapriyadi. Di antaranya, tindakan terdakwa tidak mendukung kebijakan negara serta pemerintah dalam pemberantasa peredaran narkoba.

“Yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dan santun selama proses persidangan, terdakwa kooperatif dalam persidangan dan terdakwa berjanji tidak mengulangi perbuatannya lagi,” ujarnya.

Usai mendegarkan tuntutan tersebut, terdakwa Sapriyadi menyampaikan pembelaannya yang disampaikan oleh kuasa hukumnya Sri Murtini. Dihadapan majelis hakim, kuasa hukum terdakwa mengatakan bahwa Sapriyadi sudah mengaku berterus terang dalam perbuatannya dan pihaknya tidak sependapat jika Sapriyadi harus dituntut 10 tahun penjara.

“Terdakwa merasa menyesal, mudah-mudahan atas peristiwa ini menjadi pelajaram bagi terdakwa untuk masa yang akan datang. Untuk itu, kami meminta dalam putusan nanti majelis hakim dapat memberikan putusan yang seadil-adilnya,” katanya.

Diketahui, dalam fakta persidangan tersebut, penangkapan Sapriyadi berawal dari laporan masyarakat kepada anggota Ditresnarkoba Polda Banten bahwa sering terjadi penyalahgunaan narkotika di Kecamatan Kramatwatu, Kota Serang. Berdasarkan laporan itu, polisi selanjutnya melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap Sapriyadi.

Saat penggeledahan, ditemukan 1 buah plastik berwarna hitam di dalam lemari bekas yang berada di dapur dalam rumah terdakwa. Di dalamya, berisi 1 buah plastik bening ukuran besar berisikan narkotika jenis sabu dengan berat bruto + 0,82 gram yang dibungkus kertas tisu.

Selain itu, ditemukan 11 buah palstik bening ukuran sedang yang berisikan narkotika jenis sabu dengan berat bruto 4,91 gram. Kemudian 5 buah plastik bening ukuran kecil yang berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 1,84 gram yang disimpan di dalam bungkus rokok.

Kemudian, 1 buah pipet kaca yang disimpan dalam bekas bungkus rokok, 1 buah plasti bening ukuran kecil yang didalamnya berisikan narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,15 gram yang disimpan di atas lemari pakaian ruang tengah dan 1 unit handphone warna hitam yang digunakan untuk transaksi.

Dari keterangan yang diperoleh, terdakwa mendapatkan barang bukti narkotika tersebut dari Melvin (DPO) yang diambil oleh terdakwa di tiang listrik depan toko Tahu Sumedang, Desa Pejaten dalam bentuk bungkusan kantong plastik warna hitam. Bungkus tersebut berisikan narkotika dengan total keseluruhan 4,9995 gram sabu. (Rifat Alhamidi)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here