Pengawas DLH Kabupaten Serang Minim, Belum Semua Pabrik Terawasi

SERANG, (KB).- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang menyebutkan dari total sekitar 800 pabrik yang ada di wilayahnya, baru sekitar 200 yang bisa terawasi. Hal tersebut dikarenakan jumlah tenaga pengawas yang ada di dinasnya hanya empat orang.

Kepala DLH Kabupaten Serang Sri Budi Prihasto mengatakan, untuk pengawasan perusahaan rutin dilakukan. Di mana terdapat 800 perusahaan tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Serang. Dari jumlah tersebut, baru 200 perusahaan yang bisa terawasi.

“Itu di prioritas mana perusahaan yang kira-kira punya dampak besar terhadap lingkungan,” katanya kepada Kabar Banten saat ditemui seusai acara peningkatan peran serta masyarakat dalam pelaporan kasus lingkungan di Kabupaten Serang yang digelar DLH Kabupaten Serang di Aula Tubagus Suwandi Pemkab Serang, Kamis (28/11/2019).

Ia menuturkan, masih sedikitnya perusahaan yang diawasi tersebut, karena jumlah pengawas di dinasnya hanya ada empat orang. Idealnya pengawas tersebut mencapai 30-40 orang. Namun demikian, ujar dia, biasanya perusahaan bonafit sudah memperhatikan lingkungan. Sebab, salah satu persyaratan ekspor biasanya dampak lingkungan.

“Jadi, mereka tidak mau kalau merusak lingkungan. Kalau perusahaan dari Jepang itu sangat ketat,” ucapnya.

Ia menuturkan, 200 perusahaan yang jadi prioritas pengawasan tersebut, tersebar di wilayah Serang Timur, Barat, dan lainnya. Jika dilihat dari masih banyaknya perusahaan yang belum terawasi, maka dia mengatakan, jika pengawasan masih belum optimal.

“Tapi itu diupayakan, karena dipilah mana sih (yang berbahaya), karena dari 800 tidak semua menghasilkan limbah berbahaya, 25 persen lah yang terawasi. Itu yang kami lihat dokumen lingkungannya,” tuturnya.

Ia menjelaskan, biasanya perusahaan yang banyak dikeluhkan, yakni perusahaan yang membuang limbahnya langsung berhubungan dengan masyarakat, seperti membuang di sungai, debu, hingga kebisingan. Jika pencemaran debu, maka akan dilihat cerobong asapnya.

“Sanksi administrasi ada, biasanya dilihat dulu penyebabnya apa, apakah sesuai dokumen (upaya pengelolaan lingkungan hidup (UKL)/upaya pemantauan lingkungan hidup (UPL)) atau tidak. Kalau tidak penanganan gimana. Kalau kerusakan mesin itu tinggal ditegur, supaya diperbaiki,” katanya.

Adanya keterbatasan jumlah pengawas, maka dia meminta peran aktif masyarakat untuk ikut mengawasi dalam bentuk pelaporan pengelolaan limbah.

“Saya katakan, bahwa kami punya keterbatasan dalam hal pengawasan di lapangan untuk pengendalian lingkungan hidup. Tetapi, karena masyarakat juga punya kewajiban sesuai Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009 tentang Pengolahan dan Pengendalian Lingkungan Hidup, makanya kami mohon masyarakat bisa berperan serta dalam hal lingkungan. Bentuknya bisa melaporkan, tapi harus ada prosedur dan didukung data,” ujarnya.

Sejauh ini, ucap dia, ada beberapa masyarakat yang sudah sadar melaporkan jika terjadi pencemaran.

“Itu saya apresiasi selama ini ada masyarakat yang sudah terganggu dengan pelaku usaha dan melaporkan ke kami. Kan masyarakat kesehariannya ada di lingkungan usaha jadi tahu. Kalau ada laporan biasanya kami tindak lanjuti laporan dengan on the spot ke lapangan, kemudian disesuaikan dengan dokumennya,” tuturnya.

Sementara, Aktivis Lingkungan Kaukus Serang Raya Anton Susilo mengatakan, untuk memasuki musim penghujan pengawasan dan pengendalian di DLH harus diperketat. Sebab, beberapa perusahaan seperti di kawasan modern dan Serang Timur biasanya mengeluarkan air limbah dengan volume besar melalui lagon.

“Yang kami mau dalam pengawasan dan pengendalian harus berbarengan untuk mengawasi. Apalagi kalau bisa dari masyarakat atau lembaga hayu bareng. Makanya yang kami inginkan pengawasan dipertegas, bukan hanya ambil dokumen saja, tapi turun ke lapangan apakah dokumen itu benar apa yang dilakukan korporasi atau tidak,” tuturnya.

Ia menuturkan, sampai saat ini pihaknya mencatat ada 21 perusahaan di wilayah Serang Timur yang harus diwaspadai selama musim penghujan.

“Semuanya mengalir ke Sungai Ciujung. Pengawasan masih lemah dan kami ingin bukan hanya pengawasan, tapi pengendalian ikut serta,” katanya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here