Selasa, 11 Desember 2018
Wakapolres Metro Tangerang, AKBP Harley Silalahi bersama Tim Srikandi saat mengungkap kasus insiden penganiayaan terhadap seorang wanita pelajar di sebuah ruko kosong yang berada di Jalan Bukit Golf Raya, Perumahan Modernland, Kota Tangerang.*

Penganiayaan Gadis ABG, Dipicu Obrolan di Facebook

TANGERANG, (KB).- Berinteraksi di media sosial (medsos) melalui Facebook menjadi alasan dua gadis anak baru gede (ABG) nekat menganiaya siswi berinisial WN (13) di Jalan Bukit Golf Raya, Perumahan Modernland, Kota Tangerang, Jumat (9/3/2018) lalu. Tim Srikandi Cisadane langsung memberikan kontribusinya dengan menangkap kedua tersangka bernama Lia (14) dan Yunita (16).

Pada saat jumpa pers di Mapolrestro Tangerang, Senin (12/3/2018), kedua tersangka mengungkapkan alasannya, bahwa telah menganiaya korbannya dengan sadis. Tersangka Lia mengatakan, tersulut emosi pada saat berinteraksi dengan korban di medsos melalui Facebook. “Awalnya, ribut-ribut di Facebook, dia (WN) komentarnya bikin saya kesal,” katanya, Senin (12/3/2018).

Ia kesal, bahwa kekasihnya telah direbut korban. Ia ditemani Yunita dan teman-teman lainnya langsung menjemput korban di sebuah tempat cuci steam motor di wilayah Cikokol, Kota Tangerang. “Saya JJS (jalan-jalan sore) ketemu korban. Awalnya niat baik, tapi kesal cowok saya direbut sama dia,” ujarnya.

Rekan dia, yakni Yunita turut membela sahabatnya tersebut. Keduanya menganiaya korban dengan cara memukulnya secara bergiliran. Teman-temannya hanya bergeming pada saat penganiayaan tersebut berlangsung. Mereka hanya mengabadikan momen sadis tersebut, dengan kamera telepon genggam milik Yunita. “Saya khilaf juga, minta maaf sama dia,” ucap Yunita.

Putus sekolah

Kedua tersangka yang melakukan pengeroyokan tersebut berpredikat sebagai pengangguran. Mereka putus sekolah dan tak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA. “Orangtua saya sudah enggak ada, makanya enggak sekolah,” tutur Lia tertunduk malu.
Ia menuturkan, tinggal bersama neneknya dan kerja serabutan untuk menghidupi kehidupannya sehari-hari.

“Bantu-bantu nenek kerja apa saja,” kata wanita yang masih berusia belia tersebut. Ia menyebutkan, kekasih yang direbut korban juga senasib dengan dirinya. “Cowok saya juga enggak sekolah, kami pacaran sudah lama,” ujarnya yang mempunyai tato kupu-kupu di punggung tersebut. Hal senada diutarakan Yunita. Mereka senasib sepenanggungan dalam menjalani kehidupannya sehari-hari. “Saya juga putus sekolah, Lia ini sahabat baik saya. Makanya, ikutan kesal juga,” ucapnya.

Trauma

Sementara, pascadianiaya dua teman perempuannya, kondisi fisik korban berinisial WN, mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuhnya dan psikisnya masih dalam keadaan trauma. Kedua tersangka yang masih tergolong ABG bernama Lia dan Yunita tersebut menganiaya korbannya dengan cara memukul, menendang, menyeret, dan menjambak.

Wakapolres Metro Tangerang, AKBP Harley Silalahi menuturkan, atas kejadian tersebut, korban mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuhnya. “Korban mengalami luka-luka. Kondisinya masih dalam pemulihan,” tuturnya. Polisi berhasil menangkap kedua tersangka di kediamannya, Kebon Nanas, Kota Tangerang pada Ahad (11/3/2018).

Sementara itu, korban masih memerlukan perawatan intensif. “Kami bekerja sama dengan P2TP2A Kota Tangerang untuk melakukan tes kejiwaan kedua tersangka,” katanya. Penganiayaan yang telah dilakukan kedua tersangka membuat korbannya trauma, sehingga korban belum bisa aktif melakukan kegiatan pembelajaran di sekolahnya. “Korban sudah menjalani visum, psikisnya masih dipulihkan,” ujarnya.

Masih ucap dia, pihaknya sudah menyita sejumlah barang bukti terkait kasus tersebut. Sejumlah pakaian yang dikenakan pelaku dan korban senada dengan video yang menjadi viral tersebut.
Saksi-saksi sudah dimintai keterangan. Atas perbuatannya tersebut tersangka dijerat Pasal 170 Ayat 1 KUHP tentang Pengeroyokan. “Ancaman hukumannya 6 tahun kurungan penjara,” tuturnya. (DA)***


Sekilas Info

Bayi Malang Ditemukan dalam Kantung Plastik di Benda Kota Tangerang

TANGERANG, (KB).- Sesosok bayi dalam kantung plastik ditemukan di depan teras rumah warga di Perum Duta …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *