Pengamanan Gedung Setda Kota Cilegon Diperketat

CILEGON, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon meningkatkan pengamanan di wilayah Kantor Wali Kota Cilegon, khususnya Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Pemkot Cilegon.

Hal itu merupakan respons dari sejumlah peristiwa kejahatan yang terjadi di lingkingan kantor Pemkot Cilegon. Seperti insiden kejahatan dengan modus pecah kaca, tepat di belakang Gedung Setda Pemkot Cilegon, Senin (16/9/2019) lalu.

Kepala Bagian Umum Setda Pemkot Cilegon Agus Zulkarnain mengatakan, wilayah Gedung Setda memang masuk pada zona rawan kejahatan.

“Gedung Setda terbilang rawan kejahatan, karena terlalu banyak akses masuk dan keluar. Karena itu, kami melakukan sejumlah hal untuk kepentingan keamanan dan kenyamanan para pegawai di lingkungan Kantor Wali Kota,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Selasa (24/9/2019).

Menurut Agus, selain Gedung Setda, akses keluar dan akses masuk kompleks perkantoran juga masuk titik rawan kejahatan. Di dua akses ini, para pelaku kejahatan terbilang mudah melarikan diri.

ā€¯Rupanya orang-orang yang memiliki niatan jahat, menilai dua akses ini mudah jadi rute melarikan diri. Ini membuat Gedung Setda semakin rawan kejahatan,” ujarnya.

Menyikapi hal tersebut, pihaknya pun memasang kunci finger print di pintu samping Gedung Setda. Hanya para pegawai gedung itulah yang bisa mengakses pintu bagian timur maupun barat.

“Selain pegawai Gedung Setda, kami arahkan untuk masuk lewat pintu utama dan pintu belakang. Ini untuk mengurangi akses keluar dan masuk gedung,” tuturnya.

Tidak hanya itu, pihaknya pun mewajibkan bagi ASN di Gedung Setda untuk menggunakan ID Card. Sementara untuk ASN dari luar Gedung Setda, akan diberikan kartu tamu undangan.

“Kalau untuk hal ini, masih uji coba. Kami berlakukan sambil mengevaluasi. Tujuannya untuk mengidentifikasikan mana pegawai Setda, mana yang bukan. Bagi yang tidak menggunakan ID Card, kami anggap sebagai tamu. Sehingga petugas pengamanan dalam (pamdal) akan menanyakan kepentingan yang bersangkutan di Gedung Setda,” ucapnya.

Sementara itu, seorang ASN yang enggan disebutkan namanya, mengaku kaget dengan pengetatan keamanan di wilayah Gedung Setda. Ia menilai perlu penyesuaian terkait pengetatan dan regulasi terbaru di wilayah Gedung Setda.

“Tadi saya lewat samping, ternyata dikunci. Jadinya harus muter lewat akses utama gedung. Pas masuk pintu utama, saya diminta pasang kartu tamu. Enggak biasanya seperti itu, tapi kalau aturannya sekarang begitu mau gimana lagi,” ucap pegawai yang tidak mau disebut jatidirinya itu. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here