Pengajuan Kenaikan UMK 20 Persen, Permintaan Buruh Dinilai Terlalu Besar

SERANG, (KB).- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang, Muhsinin menilai, permintaan buruh untuk menaikkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) sebesar 20 persen terlalu besar. Hal tersebut, dikarenakan khawatir, perusahaan atau investor yang ada akan hengkang ke daerah lain.

Ia mengatakan, kenaikan upah tersebut, harusnya sesuai saja. Artinya, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Sebab, dikhawatirkan jika terlalu tinggi pada pengusaha dan investor akan hengkang ke daerah lain. “Ini rugi juga kan, nanti tambah banyak pengangguran,” katanya, Senin (12/11/2018).

Ia menuturkan, dalam hal tersebut, pihaknya juga tidak bisa berkomentar berlebihan. Sebab, harus seimbang dengan pemda. “Tapi, yang sesuai saja lah, jangan merugikan perusahaan dan jangan merugikan karyawan juga. Yang sedang-sedang saja, kalau naik juga jangan berlebihan,” ujarnya.

Menurut dia, permintaan kenaikan hingga 20 persen memang terlalu besar. Perlu juga melihat kabupaten/kota lain, agar bisa menyesuaikan. “Kalau segitu mah kayanya keberatan perusahaan,” ucapnya.

Sementara, Ketua DPC KSPI Kabupaten Serang, Isbandi pada saat audiensi bersama Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa, di Pendopo Bupati, Kamis (8/11/2018) menyampaikan kenaikan upah tersebut sifatnya tidak memaksakan kehendak, namun riil.

“Saat kami mengawal di dewan pengupahan, kami sampaikan ini. Kalau gaji pekerja mencukupi otomatis ada ketenangan bekerja. Tentu produktivitas dan hasil akan bagus,” tuturnya.

Terkait kekhawatiran pemerintah tentang hengkangnya investor, dia mengatakan, untuk kenaikan upah diatur dalam undang-undang nomor 13, di mana di sana dijelaskan jika perusahaan tidak mampu, maka dipersilakan untuk menangguhkan dan bicara dengan dewan pengupahan.

“Artinya ada peluang untuk mengajukan. Kami tidak memaksa, kalau tidak mampu silakan berunding, tapi harus terbuka,” katanya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here