Pengadilan Agama Serang Cabut Gelar Sultan Wisanggeni

SERANG, (KB).- Pengadilan Agama (PA) Serang resmi mencabut keputusan tentang Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja sebagai satu- satunya pewaris Kesultanan Banten. Dengan demikian, Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja tidak dibenarkan lagi mengklaim sebagai Sultan Kesultanan Banten.

“Putusan sudah dibacakan, yang pada intinya (mengabulkan) gugatan (Dzuriyat Kesultanan Banten) tentang pembatalan penetapan Pengadilan Agama Serang, yang mana isinya adalah menyatakan (Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja) sebagai satu-satunya pewaris penerus tahta Kesultanan Banten,” kata pengacara Dzuriyat Kesultanan Banten, KMS Herman di PA Serang, Rabu (13/12/2017).

Dikatakannya, Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja kini sama-sama berstatus sebagai Dzuriyat Kesultanan Banten, dan tidak lagi dibenarkan mengklaim sebagai Sultan Kesultanan Banten. “Penggugat sudah puas dengan keputusan ini, karena itu tujuan kami,” katanya.

Pencabutan status Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja keluar setelah melewati proses mediasi yang sangat panjang. Gugatan sebelumnya dilayangkan Dzuriyat Kesultanan Banten ke PA Serang dengan nomor 786/PDTH/2017 pada 13 April 2017. “(Keputusan pencabutan) dibacakan hari ini (kemarin),” ujarnya.

Ia berharap, kedepannya Dzuriyat Kesultanan Banten dan pihak Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja dapat duduk bersama untuk menyatukan kembali semangat membangun Kesultanan Banten. “Kepada tergugat (Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja) yang kebetulan sama-sama Dzuriyat Kesultanan Banten bisa duduk bersama untuk memikirkan Kesultanan Banten,” ucapnya.

Sementara itu, Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja mengaku kecewa dengan keputusan PA Serang tersebut, karena telah menghapus dirinya sebagai pewaris sah Kesultanan Banten. “Seharusnya tidak dihapus, nah ini dihapus,” tuturnya.  Ia akan mengambil langkah banding sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap putusan PA Serang tersebut. “Kita akan naik banding, paling tidak kita hargai kita hormati keputusan hakim. Karena ada waktu 14 hari (untuk mempertimbangkan),” katanya.

Namun demikian, dia tetap berencana membangun silaturahim dengan Dzuriyat Kesultanan Banten. “Bersatulah. Engga usah lagi ada perbedaan yang akhirnya (membuat Kesultanan Banten) engga maju, kapan mau maju,” ucapnya.  Sebelumnya kedua belah memang sudah berupaya untuk islah. Hanya saja momennya belum pas. “Setelah ada keputusan hakim hari ini, bagaimana menata Banten ke depan,” tuturnya. (SN)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here