Penertiban Tempat Hiburan di JLS, Perlu Koordinaasi Dua Daerah

KEBERADAAN tempat hiburan malam di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon, belakangan ini semakin menjamur. Namun kabarnya, penyelenggaraan hiburan di wilayah perbatasan Kota Cilegon dan Kabupaten Serang tersebut, sebagian besar melanggar aturan.

Untuk menertibkannya, bayak pihak menilai, perlu adanya koordinasi dua daerah yang memiliki wilayah tersebut.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang mendesak, agar Pemkab Serang dan Pemkot Cilegon berkoordinasi untuk menangani maraknya tempat hiburan malam di JLS.

Langkah tersebut, untuk menyelesaikan persoalan wilayah administrasi yang selama ini menyulitkan penanganan tempat hiburan malam.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang Mansur Barmawi mengatakan, adanya tempat hiburan malam di JLS Cilegon yang masuk wilayah Kabupaten Serang juga sebagian besar tidak berizin. Tempat hiburan malam tersebut, juga tidak masuk dalam pos pendapatan daerah Kabupaten Serang.

“Kalau tempat hiburan malam biasanya izinnya sebagai fasilitas untuk hotel bintang 4. Kalau yang di JLS Cilegon izinnya seperti restoran, tapi pada praktiknya untuk tempat hiburan,” katanya ketika ditemui di Kantor DPRD Kota Cilegon seusai melakukan kunjungan kerja di DPRD Kota Cilegon, Jumat (1/2/2019).

Ia menjelaskan, dari Pemkab Serang juga beberapa kali sudah melakukan penertiban tempat hiburan malam. Namun, setelah ditertibkan beberapa hari kemudian kembali beroperasi. “Jadi, seperti kucing-kucingan sama petugas, pada saat penertiban tutup jam 12 malam, setelah ditertibkan nanti beroperasi lagi,” ujarnya.

Ia menuturkan, pihaknya juga akan mendorong Pemkab Serang untuk lebih intens lagi dalam monitoring tempat hiburan malam. Koordinasi antardua daerah juga sangat diperlukan. Bahkan, jika diperlukan juga melakukan monitoring secara bersamaan antara Pemkab Serang dan Pemkot Cilegon.

“Dampaknya juga bukan hanya Cilegon saja, warga Kabupaten Serang juga sebenarnya terkena dampak dari keberadaan tempat hiburan malam tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cilegon Fakih Usman Umar mengatakan, akan berkoordinasi dengan DPRD Kabupaten Serang terkait keberadaan tempat hiburan malam.

“Saya akan koordinasi dengan DPRD Serang terkait masalah ini, agar DPRD Kabupaten Serang bisa menyampaikan masalah ini ke eksekutif di Pemkab Serang. Harus ada penyelesaian masalah bersama, karena wilayahnya di dua wilayah pemerintahan,” tuturnya, beberapa waktu lalu.

Selain tempat hiburan malam di JLS Cilegon, kata dia, pihaknya berharap, Dinas Satuan Polisi dan Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon harus lebih berani lagi dalam menertibkan tempat hiburan malam. (Sigit Angki Nugraha)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here