Penertiban Bangunan Liar di Kalimati, Warga Ditenggat Hingga Triwulan II

Bangunan di Kalimati

SERANG, (KB).- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang belum menertibkan bangunan tidak berizin atau bangunan liar di tepi Ciujung Lama atau Kalimati wilayah Serang Utara.

Hal tersebut karena DPUPR masih menunggu kesadaran masyarakat untuk membongkar sendiri bangunannya yang diberi waktu hingga triwulan II 2019. Kepala DPUPR Kabupaten Serang Hatib Nawawi mengatakan, untuk rencana revitalisasi Ciujung Lama saat ini yang belum dilakukan, yakni penertiban bangunan di sepanjangan aliran tersebut.

“Itu (proyeknya) dari pusat, kalau kami penertibannya saja. Sosialisasinya panjang sudah satu tahun. Untuk membongkar itu kami sudah sosialisasi mungkin (diberikan waktu) sampai triwulan dua. Kalau enggak ditertibkan (oleh masyarakat) kami turun, karena sudah dibebani tugas (penertiban),” katanya kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

Menurut dia, saat ini pihaknya masih melihat itikad baik dari masyarakat terlebih dahulu sesuai kesepakatan. Dengan demikian, jika masyarakat sudah menertibkan sendiri, pihaknya tidak perlu turun.

“Kalau masyarakat sudah siap membongkar ya bongkar sendiri. Jadi, jangan sampai tujuan membangun, tapi malah memperkeruh masalah,” ujarnya.

Selama ini, tutur dia, masyarakat sudah diberikan sosialisasi, bahwa Kalimati tersebut, akan dibangun 2019. Oleh karena itu, ditunggu kesadaran masyarakat untuk menertibkan.

“Kalau kami tertibkan kan kami kaya kejam saja. Kami tunggu dulu seperti itu (kesadaran masyarakat), sampai di mana. Karena, kalau penertiban itu sudah diserahkan (ke pemda), jadi kami akan dampingi Satpol PP untuk tertibkan, karena anggaran sudah disiapkan,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, sampai saat ini juga belum ada perintah dari Satpol PP. “Karena, dari Satpol PP belum ada perintah dan belum ada permintaan penertiban,” katanya.

Meski demikian, ujar dia, untuk pelaksanaan pembangunan revitalisasi tersebut, insya Allah akan dilaksanakan pada tahun ini. Sebab, detail engineering design (DED) pembangunan tersebut sudah selesai. “Tinggal pelaksanannya,” ucapnya.

Rencananya, tutur dia, pembangunan Kalimati tersebut, akan dilakukan secara bertahap. Program tersebut, masuk dalam proyek multiyears selama 2 hingga 3 tahun anggaran.

“Karena panjang 11 kilometer. Tapi, kami sambut baik itu jadi tandon air untuk Serang Utara. Selama ini, Serang Utara terhadap kebutuhan air ketika kemarau menjadi bencana kekeringan. Kami prihatin,” katanya.

Ia berharap, dengan adanya revitalisasi Ciujung Lama, maka masyarakat Serang Utara tidak akan kekurangan air bersih lagi. “Sebab, tandon air itu akan menyediakan sumber air baku,” ujarnya.

Disingung terkait kemungkinan kehilangan anggaran pusat jika proyek tersebut tak berjalan tahun ini, dia menuturkan, tidak mungkin terjadi. Sebab, menurut dia, memindahkan anggaran tersebut bukan hal yang mudah.

“Itu kayaknya enggak begitu, enggak semudah itu mengalihkan anggaran. Karena, kalau anggaran ada nomenklaturnya, kalau ujuk-ujuk dipindahkan enggak bisa,” ucapnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here