Penerjemah Alqur’an dari Al-Azhar Mesir

Ilzamudin Ma'mur

Oleh : Ilzamudin Ma’mur

It is undoubtedly a huge task to try to translate the meaning of any religious text; and it seems a more perilous undertaking when the decision is to translate the Words of Ever-Glorious Qur’an. Tidak diragukan lagi adalah tugas besar untuk berusaha menerjemah makna teks agama apapun; tampaknya merupakan amanat yang lebih berat lagi ketika keputusannya adalah menerjemah kata-kata mulia Qur’an. (Mohammad Mahmoud Ghali, 1920)

Al-Azhar University, tempat para pelajar Islam dunia menimba ilmu dan para ulama kaliber internasional berkumpul, merupakan sumber otoritatif dalam hal penerjemahan Alqur’an sejak lama, mulai Muhammad Marmaduke Picthall jurnalis dari Inggris hingga Majid Fakry professor filsafat dari University of Beirut, datang ke Al-Azhar untuk mendapat restu dan legimitasi bagi karya terjemahan Alqur’an mereka ke dalam bahasa Inggris.

Kali ini, bukan hanya legimitasi, tetapi dari dalam Al-Azhar University sendiri terjemahan Alqur’an dalam bahasa Inggris dihasilkan dan diterbitkan. Dia adalah Mohmmad Mahmoud Ghali, professor linguistik dan kajian islam, dengan karyanya berjudul Towards Understanding the Ever-Glorious Qur’an.

Biografi Intelektual

Mohammad Mahmoud Ghali lahir di desa kecil di Wilayah Propinsi Damietta, Mesir, pada 23 Septermber, 1920 dari keluarga pendidik Al-Azhar. Pada usia belia Ghali sudah hafal Alqur’an. Setelah menamatkan pendidikan dasar dan menengahnya, Ghali melanjutkan studi di Jurusan bahasa Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Fuad 1, yang sekrang berubah bentuk menjadi Universitas Kairo, Mesir, hingga memperoleh gelar Bachelor of Arts pada 1940.

Pendidikan diploma dalam bidang Bahasa dan Fonteik Inggris diperole dari Universitas Exeter, Devon, Inggris pada 1952. Beasiswa lanjut pascasarjana diperoleh Ghali untuk studi University of Michigan, Ann Arbor, Amerika Serikat. Gelar MA dan Ph.D. dalam bidang English and Linguistics dari kampus tersebut diperoleh Ghali masing-masing pada 1957 dan 1960.

Sekembali dari Amarika, Ghali mengabdikan ilmunya anatara Mesir dan Arab Saudi, bergantian. Tahun pertama, 1960, Ghali langsung diangkat sebagai dosen di Perguruan Tinggi Kegurauan, di Kairo, Mesir. Setahun berikutnya Ghali hijrah ke Arab Saudi untuk menduduki posisi Kurta Jurusan Bahasa Inggris di Universitas Raja Saud, Riyad, hingga 1964. Pada 1965, Ghali kembali ke Mesir dan diangkat sebagai Ketua Jurusan Bahasa-bahasa Eropa, Fakutas Bahasa Arab, Universitas al-Azhar.

Pada 1966 Jurusan tersebut dikembangkan menjadi Institut Bahasa dan Penerjemahan yang langsung diketyui oleh Ghali sendiri. Satu tahun berkutnya berubahlagi menjadi Fakultas Bahasa-Bahasa dan Penerjemahan, dengan Ghai sebagai Dekannya hingga 1972. Selanjtnya, pada 1972 Ghali diminta mengajar dan menjadi Ketua Jurusan Bahasa Inggris di Universitas King Abdul Aziz, Jeddah, hingga 1990 dan Konsultan Bahasa Inggris, Fakultas Khusus Mahasisi, Jeddah, hingga 1994.

Pada 1994, Ghali kembai ke Mesir dan mengabdikan semua ilmu dan tenaganya untuk melayani Islam. Selian sebgai professor penuh waktu di Universitas al-Azhar, Ghali juga terlibat aktif di berbagai lembaga Islam yang berkaitan dengan penafsiran makna Alqur’an dalam bahasa yang beragam di Mesir, Arab Saudi, dan Turki.

Sebagai professor, Ghazli cukup prolific. Karangan yang dihasilkan tidak kurang dari 16 buku tentang Islamic studies yang ditulis dalam bahasa Arab dan Inggris. Diantara buku tersebut adalah : Propthet Muhammad and the First Muslim State (), Moral Freedom in Islam (), Islam and Universal Peace (), dan Synonym in the Ever-Glorious Qur’an (),

Karya Terjemahan al-Qur’an

Towards Understanding the Ever-Glorious Qur’an itulah judul karya terjemahan Ghali. Ghali mulai terlibat dalam penerjemahan al-Qur’an adalah ketika beliau sebagai professor tamu di King Abdul Aziz University, Jiddah. Ghali termasuk dalam tim 12 profesor yang dimandati untuk menghasilkan terjemahan Alqur’an ke dalam bahasa Inggris yang baru, benar, dan berterima, yang sayangnya tak kunjung terbit walaupun telah menhabiskan waktu semala 15 tahun.

Sekembalinya ke Mesir, berbekal natara lain pengalaman tersebut Ghali memulai proyekninya sendiri. Ghali memerlukan waktu tiga tahun (1994-1997) untuk menghasilkan terjemah Alqur’an tersebut, yang akhirnya menjadi master piecenya sendiri. Edisi pertama diterbitkan oleh Dar an-Nahsr Li Liljami’at, kairo, Mesir, pada 1997. Hingga sekarang, Towards Understanding the Ever-Glorious Qur’an telah mengalamai limam kali cetak ulang dan revisi oleh penerbit yang sama, 1998, 2003, 2005, 2008.

Karya terjemahan Ghali disajikan dengan bilingual model, yakni menampilkan bahasa Arab dan terjemahan bahasa Inggris pada halaman yang sama. Teks terjemahan diletakkan sekalgus dalam satu kolom pada sudut halaman kanan atas, dan teks terjemahanya dengan penomoran ayat di luar kolom sepnuh halaman membentuk haruf L. Tujuan terjemahan Ghali adalah “This present translation has been undertaken as a modest attempt at an accurate linguistic rendering and, with all its deficiencies, it tries to clear some of the vogue wording of previous translation, especially as regards synonymy as well as the glorious and elaborate morphological and syntactic system of the Arabic of the Qur’an.” (Ghali, 1996).

Bahwa terjemahan ini dikerjakan sebagai upaya sederhana dalam pengalihan bahasa yang akurat, dan dengan segala keterbatasan, ia mencoba memperjelas beberapa penerjemahan yang kabur dalam karya terjemahan terdahulu, khususnya berkaitan dengan sinonim serta sistem morfologi dan sintaksis bahasa Arab Alqur’an yang mulia dan luas. Wallahu a’lam bi al-shawab. (Penulis adalah Wakil Rektor I UIN SMH Banten)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here