Penerimaan Peserta Didik Baru, Zonasi Beri Kesempatan Siswa Terdekat

SERANG, (KB).- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan zonasi memberikan kesempatan kepada peserta didik yang jarak rumahnya dekat dengan sekolah. Namun, PPDB menggunakan offline tentu akan mengalami kesulitan dalam menentukan jarak rumah dengan sekolah. Pada penerimaan tersebut menggunakan online dan offline.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Serang Cahyono, di ruang kerjanya, Rabu (19/6/2019).

“PPDB di Kabupaten Serang dilaksanakan selama empat hari yakni pada 17-20 Juni. Proses pendaftarannya sampai saat ini berjalan lancar. Dalam PPDB mengikuti Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 yakni dalam peraturan tersebut menggunakan sistem zonasi, prestasi, dan perpindahaan orangtua. PPDB zonasi memberikan kesempatan kepada peserta didik yang jarak rumahnya dekat dengan sekolah,” kata Cahyono kepada Kabar Banten.

Ia menjelaskan, belum semua sekolah menerapkan PPDB online, karena masih kurangnya sarana dan prasarana di sekolah tersebut. Tahun kemarin ada 18 SMPN yang melaksanakan PPDB online, dan di 2019 ada 30 SMPN melaksanakan PPDB online dan sudah berjalan sampai saat ini belum ada komplain dari orangtua siswa.

“Kami berharap sampai PPDB selesai itu dapat berjalan dengan lancar hingga pengumuman penerimaan. Kalau komplain wajar lah kalau ada calon siswa yang tidak diterima di sekolah yang dituju, karena daya tampung sekolah tidak bisa menerima peserta,” tuturnya.

Ia mengaku, pihaknya sudah memberikan pelayanan dalam PPDB tersebut, dan mengikuti ruh dari Permendikbud siapa yang terdekat siswa tersebut yang akan diprioritaskan dalam sistem tersebut.

“Yang dioffline kan itu biasanya sekolah-sekolah yang di bawah kuota atau masih kekurangan siswa, dan itu tidak ada masalah. PPDB online ini baru dua tahun sehingga di masyarakat terutama yang di pinggiran belum semua paham, apalagi di online kan. Sehingga kami untuk melakukan sosialisasi di SMPN, yakni memanggil kepala SD untuk menyosialisasikan PPDB walaupun belum sampai 100 persen ke masyarakat,” ujarnya. (DE/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here