Penerimaan PBB-P2 di Kabupaten Serang Ditarget Naik Rp 10 Miliar

SERANG, (KB).- Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perdesaan dan Perkotaan (P2) di Kabupaten Serang ditarget meningkat Rp 10 miliar pada 2019. Oleh karena itu Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang terus melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi objek pajak.

Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang, Arif Roikhan mengatakan, tahun 2019 ini penerimaan PBB-P2 ditarget naik senilai Rp 10 miliar. Namun demikian pihaknya optimis penerimaan pajak akan tercapai, karena setiap tahun selalu tercapai meskipun target tersebut selalu naik. “Tapi alhamdulillah (penerimaan pajak selalu tercapai),” ujarnya kepada Kabar Banten saat ditemui di ruangannya, Senin (5/8/2019).

Arif mengatakan, pihaknya menaikan target pajak selalu secara realistis. Dimana Bapenda sudah memiliki gambaran tentang potensi pajak tersebut. Jika tidak ada gambaran, maka pihaknya akan kesulitan mencapai target tersebut. “Kalau enggak ada data ya susah,” katanya.

Selain itu, kata dia agar target tercapai diantaranya dengan melakukan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi. Untuk intensifikasi yaitu dengan menaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang disesuaikan dengan bangunan dan luas tanah.

Sedangkan untuk ekstensifikasi yaitu dengan mencari objek pajak yang belum didata. Sebab biasanya ada yang belum mempunyai Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT). “Kalau insten itu ibaratnya seperti nagkap ikan di akuarium, ikannya jelas, tapi kalau eksten seperti nangkap ikan di laut, belum jelas, belum kelihatan,” tuturnya.

Disinggung soal penerimaan PBB-P2 hingga saat ini, secara umum penerimaan pajak yang masih rendah berasal dari buku I, II dan III (Nilai pajak buku I Rp 0 sampai Rp 100.000, buku II mulai Rp 100.001 sampai Rp 500.000, buku III Rp 500.001 sampai Rp 2 juta.

Sedangkan untuk buku IV dan V (Buku IV diatas Rp 2 juta sampai Rp 5 juta, buku V diatas Rp 5 juta) seperti perusahaan sejauh ini kebanyakan kesadaraannya sudah tinggi. “Masyarakatnya bayarnya entar entar (nanti), nunggu jatuh tempo. Jadi sekarang ini (penerimaan pajak) masih jauh, baru 20 persen, dari target Rp 65,5 miliar,” katanya. (DN)*

1 KOMENTAR

  1. Bagai mana dengan nama sppt jika sudah meninggal lama. lalu di tahun skarang tinggal turunya. apa bisa kita ubah secara cepat. dan tentunya saya ingin pergi ke sertipikat. Jika bisa tolong salam walantaka. Pasuluhan serang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here