Penerimaan Pajak Surplus Rp 90 M

SERANG, (KB).- Penerimaan pajak Provinsi Banten 2017 melampaui target. Dari target keseluruhan Rp 4,78 triliun, realisasi pajak tembus Rp 4,86 triliun atau surplus sekitar Rp 90 miliar. “Pajak Banten surplus sekitar Rp 90 miliar. Pemprov tahun 2017 ini menargetkan Rp 4,78 triliun, sampai saat ini tercapai Rp 4,86 triliun,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bappeda) Banten, Opar Sohari, dalam keterangan pers, di ruang kerja, Kamis (28/12/2017).

Menurut dia, penerimaan pajak bisa lebih besar lagi dari bagi hasil pajak rokok. Jika ditambah dengan pajak rokok, ujar dia, pendapatan asli daerah (PAD) Banten mencapai sekitar Rp 5,5 triliun. “Sebenarnya kami ada tambahan lagi dari pajak rokok, namun itu dibayarkan oleh pusat pada Januari 2018. Berdasarkan informasi dari Kementerian Keuangan, pemasukan pajak rokok hingga saat ini baru sekitar 81,23 persen,” ujarnya didampingi Sekretaris, Epi Rustam.

Berdasarkan data Bapenda Banten, pajak daerah yang tercapai, di antaranya pajak kendaraan bermotor (PKB), bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), pajak air permukaan, pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB), serta retribusi daerah yang ada di delapan organisasi perangkat daerah (OPD).

Rinciannya, PKB yang ditarget Rp 2,1 triliun terealisasi Rp 2,90 triliun atau 102,5 persen. Bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) dari target Rp 1,959 triliun terealisasi Rp 1,960 triliun atau 100,05 persen. Kemudian, pajak air permukaan dari target Rp 33,538 miliar terealisasi sebesar Rp 33,634 miliar atau tercapai 100,3 persen. Pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) dari target sebesar Rp 746,2 miliar terealisasi Rp 785,866 miliar atau tercapai 105,32 persen.

Dengan tercapainya target pajak tersebut, dia memastikan, pihaknya akan mempertahankan pendapatan yang telah diterimanya tersebut terutama pada 2018 mendatang dan seterusnya.
“Kami juga punya waktu besok (hari ini) dan Sabtu. Untuk peningkatan PBBKB ke depan kami berharap, warga Banten yang akan bepergian ke luar wilayah Banten untuk beli bahan bakar di wilayah Banten untuk mendongkrak pendapatan,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Pendapatan Bapenda Banten, Abadi Wuryanto menyatakan, target retribusi daerah dari delapan OPD penghasil, yaitu Rp 18,59 miliar dan terealisasi Rp 18,64 miliar. Delapan OPD itu, di antaranya BPSDMD (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah) target Rp 14,885 miliar dan realisasi Rp 14,60 miliar kurang sekitar Rp 270 juta.

Kemudian, ada Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Pertanian (Distan), Dinas Perhubungan (Dishub), Badan Penghubung, serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans). Ketujuh target dan realisasi pajak dari OPD itu saya lupa, tuturnya. Ada tiga item target pajak dari delapan OPD tersebut, di antaranya Jasa Umum, Jasa Usaha, dan Perizinan Tertentu. “Mudah-mudahan tahun depan lebih meningkat lagi,” katanya. (RI)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here