Selasa, 20 Februari 2018

Penerimaan Negara Rendah, Bantuan Keuangan Pusat Berkurang

PANDEGLANG, (KB).- Bantuan keuangan yang bersumber dari pemerintah pusat pada tahun anggaran 2018 diprediksi akan berkurang sebesar Rp 73 miliar, dari total penerimaan anggaran 2017 sebesar Rp 2,5 triliun. Dari rilis yang dikeluarkan Kementerian Keuangan, bahwa untuk Dana Bagi Hasil (DBH) pajak dan bukan pajak, Pandeglang dialokasikan hanya sebesar Rp 71,9 miliar.

Sementara untuk Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 1,17 triliun, dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dialokasikan hanya senilai Rp 426 miliar. Hal itu dikatakan Bupati Pandeglang, Hj. Irna Narulita kepada wartawan, seusai menghadiri paripurna penyampaian nota RAPBD 2018, di Gedung DPRD Pandeglang, Rabu (15/11/2017).

Selain itu, lanjut Irna, untuk bantuan Dana Desa (DD) juga mengalami penurunan drastis hingga Rp 32 miliar. Sehingga jumlahnya untuk Kabupaten Pandeglang menjadi Rp 229 miliar. Ia menjelaskan, pengurangan bantuan keuangan tersebut terjadi tidak saja dialami Kabupaten Pandeglang, melainkan hampir diseluruh daerah se Indonesia. Hal itu diakibatkan rendahnya penerimaan negara. “Dalam pengurangan ini berlaku tidak hanya Pandeglang, tetapi semua daerah karena penerimaan negara yang sedang bermasalah,” katanya.

Berkurangnya penerimaan keuangan yang sangat besar itu akan berdampak terhadap program pembangunan di Pandeglang. Namun begitu, Irna menaruh harapan besar agar pertengahan tahun 2018 mendatang, pendapatan negara bisa membaik. Sehingga, pada APBD Perubahan 2018 pemerintah pusat bisa kembali mengalirkan bantuan keuangan yang besar ke Pandeglang sebagai daerah yang sedang membutuhkan percepatan pembangunan.

“Dalam penurunan transfer berpengaruh terhadap struktur pendapatan dan belanja daerah dalam Raperda APBD Tahun Anggaran 2018. Dan pembahasan dimulai lagi antara TAPD dengan Badan Anggaran,” ucapnya. Menurutnya, untuk menekan defisit anggaran tersebut, pihaknya memfokuskan pada optimalisasi potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain itu, pihaknya akan lebih aktif melakukan pendekatan dengan berbagai investor agar bisa menanamkan modalnya di Pandeglang. “Untuk meningkatkan pendapatan, kami akan fokus genjot sektor PAD. Kami akan tarik investor masuk Pandeglang sebelum peresmian beberapa Proyek Strategis Nasional,” tutur bupati.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Pandeglang, Ramadani mengatakan, proyeksi penerimaan tersebut masih mengacu pada dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

“Memang dengan adanya pengurangan ini, tentu akan mengalami penyesuaian kembali dengan beberapa asumsi yang berkembang. Terutama penyesuaian terhadap alokasi dana transfer ke daerah dan Dana Desa tahun 2018 yang dirilis Kemenkeu,” ujarnya.

Meski penerimaan dari negara berkurang, namun PAD mengalami peningkatan. Menurut Ramadani, proyeksi penerimaan itu belum diakumulasi dengan Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemprov Banten yang belum disahkan. “Memang dana transfer kesemua daerah berkurang. Tetapi PAD kita naik dari Rp 194 miliar menjadi Rp 199 miliar,” ucap Ramadani. (IF)***


Sekilas Info

Bupati Pandeglang Janji Tata Situ Cikedal

PANDEGLANG, (KB).- Bupati Pandeglang, Hj. Irna Narulita berjanji akan menata Situ Cikedal menjadi destinasi wisata andalan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *