Penerimaan Bansos di Kabupaten Lebak Perlu Didata Ulang

LEBAK, (KB).- Pemerintah dirasakan perlu mendata ulang penerima bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Lebak. Sebab, banyak warga miskin yang seharusnya menerima bantuan, namun tidak terdata untuk menerima bantuan.

Salah seorang tokoh masyarakat Lebak, Roji Santani mengatakan, pemerintah perlu mengevaluasi dan mendata ulang penerima bansos. Karena, data yang saat ini digunakan dinilai kurang update, sehingga banyak warga miskin yang semestinya mendapatkan bansos, malah tidak mendapatkan.

“Penerima bantuan sosial di Kabupaten Lebak masih menggunakan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2010. Wajar, jika banyak keluarga miskin tidak menerima bantuan sosial yang digulirkan Kementerian sosial (Kemensos),” kata Roji Santani, Selasa (10/9/2019).

Ia mencontohkan, salah satu keluarga Janur (80) dan Arni (80) warga Kampung Legok Pasir RT 01/01, Kecamatan Kalanganyar. Keluarga tersebut jika dilihat bisa masuk kategori keluarga dengan ekonomi rendah. Tetapi, keluarga itu tidak masuk data penerima bansos.

“Jika melihat kondisi kehidupan perekonomiannya, keluarga itu seharusnya masuk data penerima bansos,” ucapnya.

Perlu diketahui, kata dia, pemerintah menggulirkan sejumlah program bantuan sosial. Di antaranya, program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berupa beras sebanyak 10 kilogram, Penerima Bantuan Iuran (PBI) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Bidang Kesehatan dan Program Keluarga Harapan (PKH) dan sejumlah bansos lainnya.

“Selama ini, penyaluran bantuan sosial berjalan lancar dan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Tapi, saya harap ada pemutakhiran data penerimanya,” katanya.

Sementara, salah seorang warga miskin di Kecamatan Kalanganyar, Janur, sangat mendambakan untuk mendapat bantuan sosial yang digulirkan pemerintah.

Selama ini, dirinya belum pernah mendapatkan bantuan sosial, termasuk Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan beras miskin. Sebab, hingga kini belum masuk pendataan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami sekarang sering sakit-sakitan juga tak pernah berobat, karena tidak memiliki KIS itu,” kata Janur yang kondisi rumahnya terbuat dari bilik bambu dan kayu hampir roboh.

Terpisah, Kepala Dinas sosial (Dinsos) Lebak, Eka Permana mengatakan, saat ini jumlah masyarakat miskin yang menerima program sosial sebanyak 106.230 jiwa berdasarkan pendataan 2010 lalu.

“Kami berharap keluarga miskin yang belum menerima bantuan sosial itu ke depan bisa menerimanya,” ujarnya. (ND)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here