Penerima Kompensasi Lahan SUTT Resah

LEBAK, (KB).- Sejumlah warga penerima kompensasi lahan jalur transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV Malingping-Saketi Baru, merasa resah. Keresahan itu dipicu ulah oknum yang meminta pembagian kompensasi kepada pemilik lahan.

Kepala desa (Kades) Cibatur Keusik, Suarja mengakui, warga penerima kompensasi lahan SUTT kini dilanda keresahan atas ulah oknum spekulan yang meminta pembagian kompensasi kepada pemilik lahan. Ironisnya, kompensasi yang diminta lebih besar kepada spekulan, yaitu sebesar 65 persen.

“Sudah beberapa kali mediasi, tetapi belum juga ada kesepakatan,” kata Kepala Desa (Kades) Cibatur Keusik, Suarja kepada Kabar Banten, Ahad (17/2/2019).

Hal hampir senada dikatakan Pjs Camat Banjarsari, Sardi. Ia mengatakan, pihak spekulan dan pengacara warga pernah melakukan pertemuan membahas kesepakatan nilai kompensasi 65-35 tersebut di Kantor Kecamatan Banjarsari. Namun, ia enggan memberikan komentar lebih rinci mengenai kehadiran spekulan yang saat ini mewarnai pembagian kompensasi jalur SUTT.

”Benar pernah ada pertemuan antara warga dan spekulan untuk mediasi,” ujarnya.

Seperti diketahui, Bagian Hukum dan Komunikasi PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Interkoneksi Sumatera Jawa (PLN UIP ISJ), Jimin mengatakan, pihaknya tidak akan merealisasikan pembayaran pemberian kompensasi pemilik tanah dan tanaman sebelum clear and clean.

”Ya benar, di antaranya di Desa Cibatur Keusik Bojong juruh, Keusik, Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak diketahui ada spekulan yang bermain. Karena itu, pemberian kompensasi warga pemilik tanah dan tanaman tidak akan diberikan sebelum persoalannya clear,” tuturnya. (DH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here