Penerima Bantuan Terdampak Covid-19, Wabup Serang Pastikan Ada Perbaikan Data

Pandji Tirtayasa, Wakil Bupati Serang.*

SERANG, (KB).- Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa memastikan akan ada perbaikan data penerima bantuan sosial tunai (BST) Kementerian Sosial yang saat ini menjadi polemik di masyarakat. Hal tersebut dikarenakan diakui data penerima bantuan tersebut ada yang harus diperbaiki kisaran 5-10 persen akibat kondisi kebutuhan data yang mendadak.

“Pasti ada perbaikan data. Kami ini dihadapkan situasi mendadak, otomatis kami segera buat pendataan. Kalau kami terlalu sibuk verifikasi kami enggak akan keburu sampaikan data valid ke Kemensos,” katanya kepada Kabar Banten saat ditemui di ruang kerja, Senin (18/5/2020).

Ia mengatakan, ketika kondisi genting, pihaknya bersama Bupati Serang Tatu Chasanah langsung perintahkan Dinas Sosial segera mengumpulkan data melalui petugas sosial di masyarakat, sebab kesempatan mendapat bantuan harus segera diajukan.

“Kalau ada kekeliruan data kami perbaiki sambil jalan. Tapi, kalau PKH (Program Keluarga Harapan) itu sudah fix, PKH dan sembako sudah fix, enggak akan keliru. Kalau BST bisa jadi 5-10 persen ada data yang harus diperbaiki,” ujarnya.

Baca Juga : Soal Data Penerima Bantuan Dampak Covid-19, Bupati Serang Terima Banyak Komplain

Selain itu, dia menilai, terjadinya kericuhan atau polemik di masyarakat terkait turunnya bantuan Kemensos tersebut, karena kurangnya pemahaman akibat sosialisasi yang belum efektif.

“BST itu bantuan sosial Kemensos itu bantuan langsung yang diberikan dalam bentuk tunai Rp 600.000 per KK (kepala keluarga). Kami dapat alokasi 111.000,” ucapnya.

Sebelumnya, tutur dia, Pemerintah Pusat mengarahkan, agar sebelum mendapat BST, masyarakat harus membuat rekening lebih dulu. Akan tetapi, hal tersebut dirasa tidak rasional. Akhirnya, Kemensos ambil kebijakan, agar bantuan disalurkan melalui PT POS.

“POS yang kirim ke alamat door to door dan nama-nama itu usulan dari Dinsos, kami sudah ajukan untuk BST. Nama dan alamatnya sudah, makanya dikirim lewat pos. Kalau sekarang masih ada yang tidak kebagian wajar, karena baru 25 persen yang disalurkan,” katanya.

Ia menuturkan, selain BST, Kemensos juga sudah secara regular memberikan bantuan kepada masyarakat. Bantuan tersebut, yakni PKH dan sembako atau Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

“Kalau BST khusus Covid-19, ada yang diberikan itu sudah rutin tidak ada corona namanya PKH. PKH itu 34.000 KK by name by address. Terus ada bantuan sembako BPNT dari Kemensos 65.000 KK, jadi total ada 99.000 KK PKH dan sembako. Bentuk bantuan bukan uang,” ujarnya.

Baca Juga : BST Tidak Merata, Rumah Kades dan Kantor Desa Digeruduk Warga

Meski demikian, bantuan yang diberikan tersebut, tidak boleh rangkap. Oleh karena itu, jika dia mendapat PKH atau BPNT tidak bisa dapat BST.

“Berarti dari Kemensos ada 200.000 KK. Terus ada dari provinsi 56.000 KK. Kalau tidak dapat provinsi kami siapkan dari Kabupaten Serang 43.000 KK. Cuma yang enggak boleh merangkap. Harus masing-masing. Mungkin karena masyarakat belum paham, tidak dapat BST Kemensos merasa tidak dapat apa-apa. Insyallah dapat karena daftar namanya beda-beda. Masih adalagi Jamsosratu juga 10.500 KK. Jadi, banyak ini, cuma mungkin masyarakat belum efektif disosialisasikan. Itu yang baru turun BST Kemensos kami belum,” ucapnya.

Ia memastikan, Pemkab Serang terus peduli dan memperhatikan masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Insyaallah yang kena (dampak pandemi) Covid-19 kami peduli dan perhatikan mereka, mohon sabar kalau belum dapat cari tahu sudah tertera belum namanya. Jangan demo lah,” tuturnya.

Diketahui sebelumnya, rumah Kepala Desa Sangiang, Kecamatan Mancak, Kamis (14/5/2020) malam dan Kantor Desa Carenang Udik, Kecamatan Kopo digeruduk oleh masyarakat, Jumat (15/5/2020) siang.

Kedatangan ratusan warga tersebut, karena kesal adanya pembagian Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial yang dinilai tidak adil dan tidak merata. Informasi yang dihimpun Kabar Banten, sebelum ibadah Salat Jumat, ribuan warga mendatangi Kantor Desa Carenang Udik, Kecamatan Kopo. Mereka kemudian melakukan kerusuhan di lokasi.

Sementara, di Desa Sangiang , Kecamatan Mancak, warga mendatangi rumah kepala desa sekitar pukul sembilan malam atau selepas melaksanakan Salat Tarawih, Kamis (14/5/2020). Kedatangan mereka berkaitan turunnya bantuan sosial tunai dari Kemensos yang dibagikan lewat PT POS dinilai tidak adil. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here