Penerbitan Izin Diminta Tepat Waktu

LEBAK, (KB).- Proses penerbitan izin pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak diharapkan tepat waktu. Sebab, selama ini proses penerbitan izin masih sering mulur atau tidak tepat waktu.

“Kami harap proses penerbitan izin bisa lebih cepat, seperti upaya pengelolaan lingkungan hidup (UKL), upaya pemantauan lingkungan hidup (UPL) hingga izin mendirikan bangunan (IMB) melalui Dinas Penanaman Modal. Karena, selama ini kami sering mendengar keluhan, kalau proses izin selalu lambat,” kata Plt Ketua DPRD Lebak, Bambang SP, Jumat (20/9/2019).

Menurut dia, keterlambatan penerbitan perizinan dikhawatirkan bisa dimanfaatkan oleh oknum yang tak bertanggung jawab, khususnya oknum pengusaha yang tertib aturan. Oleh karenanya, pihak DPMTSP harus membenahi proses percepatan perizinan, sehingga ini juga bisa mempercepat investor datang ke Lebak.

“Seharusnya, penerbitan yang sudah disatupintukan melalui DPMPTSP ini prosesnya bisa lebih cepat. Maksimalnya selama dua bulan dari pengajuan,” ujar politisi Partai Gerindra ini.

Jika lambatnya proses penerbitan izin akibat kekurangan sumber daya manusia (SDM) atau tenaga ahlinya, seharusnya instansi tersebut mengajukan tambahan tenaga. Sebab, kalau terus dibiarkan seperti ini, khawatir investor yang akan berinvestasi ke Lebak tidak merasa tertarik.

“Selain lambatnya penerbitan izin, kami merasa khawatir akan adanya dugaan oknum petugas yang menjadikan kesempatan tersebut dijadikan ajang praktik korupsi,” ucapnya.

Ia mengatakan, ada beberapa perusahaan yang pernah dipanggil dan hampir sebagian IMB-nya belum terbit dan hanya tercatat perizinannya sedang diproses.

“Intinya, saya minta berikanlah pelayanan yang cepat dan mudah agar para investor tidak merasa kesulitan saat mau menanamkan modalnya di Kabupaten Lebak,” tuturnya.

Ikuti semua tahapan

Sementara, Kepala Plt DPMPTSP Kabupaten Lebak Yosef Mohamad Holis mengatakan, untuk penerbitan izin baik itu UKL maupun UPL hingga IMB disesuaikan standar operasional prosedur (SOP). Apalagi hingga ke penerbitan IMB, itu terdapat beberapa tahapan proses penerbitannya yang harus dikaji dan diverifikasi.

“Salah satunya, seperti izin usaha, lingkungan, prinsip, UPL dan UKL hingga IMB,” kata Yosef saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya.

Disinggung soal batasan waktu proses penerbitan izin, menurutnya satu perizinan membutuhkan waktu berapa lama. Untuk izin lingkungan dan Amdal dan SPPL diperkirakan kajiannya kurang lebih selama 7 hingga 15 hari kerja.

“Kemudian, setelah semua berkas perizinan semuanya sudah lengkap baru perusahaan boleh mengajukan, setelah 10 hari perizinan seperti lingkungan, lokasi, UPL dan UKL serta Amdal. Sedangkan untuk proses penerbitan IMB diperkirakan membutuhkan kurang lebih selama 5 hari. Asalkan semua berkas sudah lengkap,” ujarnya. (PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here