Penerapan Sistem Satu Arah di Kota Serang Masih Perlu Dikaji

SERANG, (KB).- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang menampung semua aspirasi dari masyarakat tentang Sistem Satu Arah (SSA), baik yang pro maupun yang kontra. Hal tersebut karena dalam pemberlakuan SSA tersebut masih perlu banyak kajian dan uji coba.

“Kami tampung semuanya, karena setiap program itu pasti ada pro dan kontra. Jadi kami ambil positifnya saja, karena ini juga kan masih perlu banyak dikaji dan juga diuji coba agar masyarakat terbiasa,” kata Kepala Seksi (Kasi) Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dishub Kota Serang Indra Kurniawan, seusai membagikan selebaran sosialisasi SSA kepada pengunjung car free day di Alun-alun Kota Serang, Ahad (28/4/2019).

Rencana penerapan SSA atau one way tersebut saat ini sedang menjadi perbincangan hangat warga. Tresia, warga asal Ciceri Kota Serang mendukung program pemerintah dalam menerapkan SSA ini. “Kalau saya mendukung saja, toh dampaknya juga baik. Bisa mengurangi macet juga kan,” ucapnya.

Namun, menurutnya pemerintah juga harus menyiapkan alternatif jalan atau kendaraan bagi pengguna jalan. “Karena kan kalau jalan ditutup otomatis pengendara cari jalan lain. Dan kalau seperti kemarin itu terkesan acak-acakan. Jadi pemerintah harus memberikan alternatif jalan atau angkutan,” tuturnya.

Selain itu, ia meminta pemerintah fokus pada satu tujuan pembangunan dalam membenahi Kota Serang secara bertahap. “Jangan semuanya dikerjain, harus fokus satu-satu. Kalau semuanya diborong kan engga akan beres. Harus ada step 1,2 dan 3, bukan 1,2 langsung ke 5,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Serang Akhmad Zubaidillah ikut berkomentar dengan rencana pemberlakuan SSA tersebut. “Saya sempat kena one way kemarin, ya karena bingung saya coba cari jalan lain, makanya jadi muter-muter,” ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya SSA itu tersebut warga Kota Serang bisa menghemat waktu untuk sampai ke tempat tujuan. “Sebagian orang bisa menghemat waktu, karena engga kena lampu merah. Tapi ada juga yang justru malah jadi makin lama karena harus memutar,” katanya. (Rizki Putri/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here