Penerapan Sistem EPL di Kabupaten Serang Belum Optimal

SERANG, (KB).- Penerapan sistem elektronik pengadaan langsung (EPL) di Kabupaten Serang belum optimal. Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Serang mencatat dari total 1.500 paket pengadaan langsung, baru 209 paket yang masuk melalui sistem tersebut.

Hal tersebut menurut pihak UKPBJ, karena EPL merupakan sistem yang baru diterapkan, sehingga masih perlu disosialisasikan secara masif ke organisasi perangkat daerah (OPD).

Kepala Bagian UKPBJ Setda Kabupaten Serang Okeu Oktaviana mengatakan, sampai hari ini pekerjaan yang berupa pengadaan langsung baru 209 paket dari total 1.500 paket yang masuk EPL. “Jadi, sudah 15 persen lebih,” katanya kepada Kabar Banten, Senin (11/11/2019).

Menurut dia, belum optimalnya EPL, karena sistem ini belum familiar di telinga pejabat pengadaan. Sementara, kebanyakan dari mereka juga masih enggan untuk mencoba.

“Untuk tahun ini boleh (pakai manual dan EPL), saya sudah sampaikan ke pimpinan tahun depan (EPL semua). Kami selalu mengimbau, tapi ada yang melaksanakan dan tidak,” ujarnya.

Ia menuturkan, jika yang sudah sekali menerapkan EPL biasanya terus pakai EPL. “Seperti Dinas Pertanian, awal-awal seperti kesulitan, tapi coba sekali dan dibimbing, karena di sana kami ada ruang LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) di sana ada ruang biding jadi upload di sana. Alhamdulillah semua EPL sekarang. Yang belum itu Dindik, Dinkes, dan RSDP,” ucapnya.

Ia menuturkan, pihaknya terus melakukan roadshow ke masing-masing OPD untuk menyosialisasikan dan melakukan bimbingan langsung kepada pejabat pengadaan dan pejabat pembuat komitmen (PPK).

Menurut dia, penggunaan EPL di Kabupaten Serang merupakan hal yang baru dan baru tahap sosialisasi, sehingga masih banyak pejabat pengadaan dan PPK yang pemahamannya masih beranggapan penggunaan EPL itu sulit. “Tapi, setelah dibimbing ternyata lebih mudah dibanding manual,” tuturnya.

Menurut dia, dengan adanya sosialisasi, ke depan tidak ada lagi cerita pengadaan langsung masih dengan cara manual. “Karena dengan sistem ini kami menunjuk (langsung). Kalau manual pada saat ditunjuk SPK (surat perintah kerja) belum ada mereka sudah jalan,” katanya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here