Penerapan Protokol Kesehatan, Pasar Jadi Titik Pengawasan Utama

LEBAK, (KB).- Pasar harus menjadi salah satu titik utama pengawasan penerapan protokol kesehatan. Sebab, pasar merupakan tempat mobilitas tinggi berkumpulnya masyarakat, sehingga memiliki risiko dalam penyebaran Covid-19.

“Mobilitas pasar sangat tinggi, dan memiliki risiko dalam penyebaran Covid-19. Makanya, kita lebih ekstra dalam melakukan pengawasan dan sosialisasi kepada masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak, Dedi Setiawan, Selasa (28/7/2020).

Menurut dia, penerapan protokol Covid-19 di lingkungan pasar merupakan tanggung jawab pengelola pasar dalam upaya mencegah penyebaran pandemi Covid-19. Karenanya, selama ini pihaknya terus berupaya memaksimalkan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

“Pedagang dan pengunjung yang hendak masuk ke kawasan Pasar Rangkasbitung dilakukan penyemprotan disinfektan,” katanya.

Ia pun terus meningkatkan kesadaran kepada pedagang dan pengunjung agar menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak. Protokol kesehatan memberikan kenyamanan dari ancaman penularan Covid-19, sehingga pedagang dan pengunjung pasar harus mendukungnya.

“Kami memberikan apresiasi kesadaran pedagang dan pengunjung cukup tinggi menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya.

Sementara, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullah, mengapresiasi pengelola Pasar Rangkasbitung yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah Covid-19.

Saat ini, jumlah warga Lebak yang terkonfirmasi positif Covid-19 tercatat 25 orang, di antaranya 19 orang dinyatakan sembuh, lima orang dalam pengawasan dan seorang meninggal dunia.

“Kami berharap lima orang yang masih dalam pengawasan dan menjalani perawatan medis di RSUD Banten kembali semua sembuh,” ucapnya.

Ia mengatakan, pemerintah daerah mengajak masyarakat agar menaati protokol kesehatan dengan memakai masker jika ke luar rumah.

Selain itu juga mereka menjaga jarak, menghindari keramaian dan kerumunan serta rajin mencuci tangan menggunakan sabun. Masyarakat juga harus membiasakan pola hidup bersih dan sehat serta rutin berolah raga.

“Kami minta masyarakat dapat menaati protokol kesehatan guna memutus mata rantai penularan virus corona yang membahayakan dan mematikan itu,” tuturnya. (ND)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here