Senin, 23 Juli 2018

Penerapan Perda KTR, Belum Semua OPD Disiplin

SERANG, (KB).- Penerapan Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (Perda KTR) Kabupaten Serang belum maksimal termasuk di lingkungan kantor organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang. Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Serang menilai, saat ini belum semua OPD disiplin dalam penerapan perda tersebut.

Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Serang, Hulaeli Asyikin mengatakan, masih banyak pelanggaran perda termasuk perda KTR, di setiap OPD ada pelanggaran perda tersebut. “SKPD (OPD) belum semua disiplin dalam penerapan perda KTR,” katanya, saat dihubungi Kabar Banten melalui telepon selulernya, Selasa (20/3/2018).

Meski demikian, ujar dia, pihaknya belum bisa melakukan penindakan terhadap pelanggaran perda tersebut, karena pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) yang mengusulkan perda tersebut. “Kami secepatnya akan berkoordinasi ke Dinkes, menanyakan sudah seberapa jauh sosialiasinya, sudah maksimal atau belum. Jadi, sekarang dari kami belum ada penindakan apapun untuk penerapan perda KTR. Setelah koordinasi ke Dinkes baru nanti ada tindakan, untuk itu kan nanti ada timnya, termasuk Dinkes,” tuturnya.

Ia menuturkan, seharusnya setelah perda disosialisasikan, maka langsung diterapkan, namun perda KTR tersebut berkaitan juga dengan ruangan khusus untuk merokok di masing-masing OPD. “Di OPD sekarang sebagian besar belum memiliki ruang khusus untuk merokok, termasuk di Satpol PP juga gak ada tempatnya, tapi kami upayakan bagaimana caranya jangan merokok di ruangan kantor atau di keramaian,” ujarnya.

Disinggung penerapan perda KTR di DPRD yang juga masih banyak dilanggar para wakil rakyat, dia mengatakan, memang sebagain besar dewan perokok dan kadang dilakukan di ruang komisi serta saat pertemuan. “Harusnya penerapan perda KTR diawali beliau-beliau juga, sebagai pembuat perda. Kalau perokok gak sanggup bolak-balik ke ruang khusus untuk merokok, sebaiknya berhenti merokok pasti bisa, seperti saya sudah berhenti sejak 8 tahun lalu sampai sekarang,” ucapnya.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Serang, Agus Erwana menuturkan, penerapan perda KTR bertahap, karena di setiap kantor belum semua menyiapkan ruang merokok. “Sekarang penerapan perda KTR diakui belum maksimal, tapi sekarang penerapannya terus dilakukan bertahap, kami juga harus melihat kondisi di OPD belum semua bisa menyiapkan ruangan khusus,” katanya.

Tetapi sekarang, dia melanjutkan, di OPD sudah mulai menyiapkan ruangan khusus, seperti Kominfo sudah, di bagian-bagian juga ada. “Perlahan kami sampaikan ke OPD hal ini, paling tidak mereka harus bisa menyesuaikan, jadi kalaupun dia perokok, tapi tidak merugikan orang lain. Kami memaklumi perokok, seperti saya masih merokok sekarang, belum bisa berhenti, tapi merokoknya menyesuaikan tidak di keramaian,” ujarnya.

Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Serang, Muhsinin mengatakan, anggotanya sebagian besar perokok. “Termasuk saya sendiri merokok, belum mampu berhenti, sulit memang kalau gak kesadaran sendiri, ya asal jangan saat rapat paripurna lah,” ucapnya. Ia menuturkan, ke depan imbauan penerapan perda KTR perlu dipertajam. “Satpol PP kalau mau menindak yang melanggar gak apa-apa, tindak saja di dewan juga kalau memang salah,” tuturnya. (YY)***


Sekilas Info

Sungai Ciujung dan Cidurian Kembali Menghitam, Warga Ancam Demo

SERANG, (KB).- Dua aliran sungai besar di wilayah Serang utara yakni Sungai Ciujung dan Cidurian yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *