Kamis, 15 November 2018

Peneliti LIPI: Semangat Kepahlawanan Menurun

SERANG, (KB).- Salah seorang peneliti utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Lili Romli, mengatakan hasil jajak pendapat Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) yang dilaksanakan pada 22-24 Oktober 2016 memperlihatkan pandangan menurunnya nilai-nilai kepahlawanan dalam masyarakat dan elite politik.

“Separuh bagian responden (50,6 persen) yang mengungkapkan hal ini. Sebanyak 46,2 persen responden mengungkapkan nilai-nilai kepahlawanan dalam profesi tokoh politik, termasuk anggota DPR, masih lemah,” kata Lili Romli pada seminar Hari Pahlawan di DPRD Kota Cilegon, Rabu (15/11/2017).

Kegiatan bertema “Masihkah kita memerlukan semangat pahlawan?”, diselenggarakan oleh Banten Institute fo Regional Development (BIRD). “Sebagai peneliti, saya merasa prihatin dengan temuan tersebut. Sebab pada hari ini kita masih sangat membutuhkan jiwa dan semangat kepahlawanan guna membawa masyarakat Indonesia mencapai cita-cita dari kemerdekaan, yakni sejahtara, adil dan makmur,” ujar Lili.

Putera daerah asli Tirtayasa dan salah saorang keturunan pejuang pada masa ke-emasan Kesultanan Banten tersebut juga menyampaikan pentingnya semangat kepahlawanan guna memegang teguh prinsip-prinsip ke-indonesia-an yang hari ini digoyang oleh isu intoleransi dan tindakan radikalisme. Menurutnya, semangat rela berkorban para pahlawan guna memperjuangkan nilai-nilai ke-indonesia-an menjadi sangat relevan dan dibutuhkan pada hari ini.

Sementara ketua pelaksana kegiatan, Makmun Muzakki, mengatakan kegiatan tersebut  bertujuan mengingat kembali jasa para pahlawan dan membangkitkan semangat rela berkorban yang dimiliki para pahlawan. Dengan demikian, dapat menjadi teladan bagi generasi penerus, terutama masyarakat Kota Cilegon.

Nara sumber lain, Nurdin, mengingatkan bahwa ada putra Banten yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai pahlawan nasional pada tahun 2011, yakni Sjafrudin Prawiranegara. “Sebenarnya masyarakat Banten bisa meneladani Mr. Sjaf yang semasa hidupnya hanya berpikir bagaiman memperjuangkan Indonesia agar terbebas dari penjajahan Belanda. Mungkin beliau tidak pernah membayangkan pada pada suatu hari kelak akan mendapatkan gelar pahlawan dari pemerintah RI,” ucap Nurdin.

Seminar dibuka Ketua DPRD Kota Cilegon, Fakih Usman, dihadiri sekitar 150 peserta dan diwarnai antusias seluruh peserta selama dialog berlangsung. (SY)***


Sekilas Info

Empat Pengedar dan Pengguna Sabu Diringkus Polres Serang

SERANG (KB).- Satuan Reserse Narkoba Polres Serang Kabupaten berhasil meringkus empat tersangka pengedar dan pengguna narkoba …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *