Pendonor Darah di Tiga Daerah Masih Minim

Ketua PMI Provinsi Banten, Ratu Tatu Chasanah saat memberikan penghargaan Donor Darah Sukarela 75 dan 100 di Aula Pusdiklat PMI Provinsi Banten, Kamis (28/9/2017).*

SERANG, (KB).-¬†Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten, Ratu Tatu Chasanah menilai, sampai sejauh ini pendonor darah yang maksimal baru dilakukan di wilayah Tangerang, sedangkan untuk daerah lainnya, pendonor darah masih minim dan perlu lebih gencar di tingkat bawah. “Daerah Tangerang yang paling banyak, jadi masih PR buat Lebak, Pandeglang, Serang, dan lainnya,” katanya kepada wartawan dalam acara pemberian penghargaan Donor Darah Sukarela (DDS) 75 dan 100 kali di PMI Provinsi Banten 2017 di Aula Pusdiklat PMI Provinsi Banten, Kamis (28/9/2017).

Untuk dapat meningkatkan pendonor tersebut, perlu dilakukan sosialisasi yang lebih gencar. Sosialisasi itu, seharusnya dilakukan secara bersama-sama dengan unsur pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. “Dengan camat misalnya,” ujarnya. Meski demikian, ucap dia, selama ini kebutuhan darah di Banten tidak pernah mengalami kekurangan yang terlalu signifikan. Sebab, antar-Unit Transfusi Darah (UTD) di masing-masing kabupaten/kota saling membantu. “Kebutuhann detailnya ibu enggak hafal, karena UTD masing-masing yang pegang kabupaten/kota. Kalau PMI itu hanya membantu menyosialisasikan untuk ikut mendonor, kalau teknisnya mereka langsung ikut dengan rumah sakit untuk transfusinya di UTD,” tuturnya.

Beri penghargaan

Pada kesempatan tersebut, dia memberikan penghargaan kepada para pendonor yang telah menyumbangkan darahnya sebanyak 75 dan 100 kali di PMI Provinsi Banten. Sebanyak 83 orang pendonor yang diberikan penghargaan, rinciannya 22 orang 100 kali mendonor dan 61 orang 75 kali mendonor. Menurut dia, penghargaan tersebut sudah menjadi protap di PMI dan ditentukan langsung dari PMI Pusat. “Ini untuk yang 75, kalau 100 nanti oleh Presiden, mudah-mudahan kami dari provinsi juga bisa mendampingi,” katanya.

Menurut dia, penghargaan tersebut jika dilihat dari nilai materinya masih sangat jauh dengan apa yang dilakukan para pendonor tersebut. Sebab, mereka telah sukarela memberikan darahnya sendiri.
“Jadi, ini salah satu bentuk penghargaan kepada mereka dan saya rasa respons dari mereka juga dengan diberi penghargaan ini sangat positif,” ucapnya. Ia menuturkan, sejauh ini jika melihat jumlah pendonor yang dibandingkan dengan kebutuhan dinilai sudah lumayan. Tetapi, yang menjadi permasalahannya, adalah regenerasi para pendonor tersebut. Sebab, pendonor yang saat ini mendapatkan penghargaan usianya juga sudah tidak lagi muda. “Misalnya yang sudah 75 dan 100 kali usianya sudah pada lanjut,” ujarnya. (DH)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here