Pendidikan Pancasila Harus Diajarkan Sejak Dini

SERANG, (KB).- Pembelajaran Pancasila harus diajarkan dari di tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD), SD, SMP, dan SMA/SMK atau sejak dini. Hal tersebut dilakukan, agar pelajar terbiasa dengan perbuatan yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Hal tersebut diungkapkan Akademisi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Universitas Banten Jaya (Unbaja) Toni Anwar Mahmud, saat ditemui di Unbaja, Rabu (26/2/2020).

“Saat ini banyak pelajar yang tidak mengetahui Pancasila. Ujung-ujungnya tekstual, kami harus belajar pada sila kedua, yakni kemanusiaan yang adi dan beradab. Dari hal-hal kecil, seperti belajar kepedulian antarsesama ataupun belajar untuk saling menghargai. Itu yang harus ditanam. Banyak terjadi perundungan di sekolah, karena mereka tidak belajar untuk saling menghargai,” katanya kepada Kabar Banten.

Ia menjelaskan, pihaknya mencontohkan seperti memberikan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dengan menulis ulang, membaca, dan kemudian memahami 45 butir Pancasila pada ketetapan MPR Nomor I/MPR/2003.

Dengan begitu, mereka akan mengingat untuk diimplementasikan sebagai pembekalan kepada mahasiswa setelah mereka mengabdi.

“Mereka harus tahu sila kedua salah satu aplikasinya kepedulian sosial, kesetiakawanan, mencoba membangun interaksi dengan yang lain. Mengembalikan porsi kembali Pancasila itu seperti apa, contohnya datang ke makam pahlawan itu tidak hanya menceritakan masa lalu, tetapi rasa bangga mereka sebagai pahwalan, jadi ada edukasi untuk mereka mengenal sejarah,” ujarnya. (DE/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here